Sektor Wisata Berkontribusi Besar Bagi PDRB Aceh

oleh -122 views
Dyah Erti Idawati, saat membuka Seminar Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Puri Denpasar Hotel Jakarta, Rabu, 13 November 2019. (BASAJAN.NET/ISTIMEWA)

BASAJAN.NET, Jakarta- Sektor pariwisata berkontribusi besar bagi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh, dengan menempati posisi delapan. Kontribusi ini diyakini akan terus meningkat dalam tiga tahun ke depan, hingga posisi keempat.

“Pengelolaan potensi itu harus dapat kita optimalkan, agar wisata di 23 kabupaten/kota di Aceh semakin menggeliat,” ujar Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati, saat membuka Seminar Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Puri Denpasar Hotel Jakarta, Rabu, 13 November 2019.

Menurut Istri Plt Gubernur Aceh ini, potensi besar pariwisata Aceh perlu dioptimalkan, agar nilai-nilai sosial, budaya, dan ekonomi yang melekat di dalamnya dapat dikembangkan. 

Dalam siaran pers yang diterima redaksi basajan.net, Rabu 13 November 2019, Dyah menyebutkan, Aceh memiliki 700 lebih tujuan wisata yang sangat menarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara. 

Dyah berharap, seminar Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat memberikan pemahaman bagi semua pihak, agar mampu mengoptimalisasi sektor pariwisata Aceh.

Seminar Pariwisata dan Ekonomi Kreatif merupakan serangkaian even Aceh Sumatera Expo 2019. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 150 peserta dari akademisi,  komunitas, stakeholder dan unsur pemerintah. Malam puncak akan dilaksanakan pada 14 hingga 16 November 2019, di Mall Kasablanka Jakarta. 

Menghadirkan keynote speaker dan narasumber utama, Asisten Deputi (Asdep) Kemenparekraf RI, Reza Fahlevi, Pimpinan Redaksi The Jakarta Post, Nezar Patria, praktisi Branding & Creativeprenure,  M. Arif Budiman, Ketua Umum Indonesia Creative City Network, TB. Fiki Astari dan CEO Kostumfest Indonesia AAN.

Wakil Ketua DPR Aceh, Dalimi yang hadir pada seminar tersebut mengatakan, selama ini dewan sangat mendukung upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah Aceh di dalam mengembangkan sektor pariwisata.  

Menurutnya, sosialisasi juga perlu terus ditingkatkan, sehingga berdampak pada peningkatan angka kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara setiap tahunnya.

“Sehingga akan menghidupkan sektor perekonomian kreatif kita,” kata Dalimi.

Ada pun sejumlah isu menarik yang dibahas dalam seminar tersebut antara lain, mengintensifkan koordinasi lintas sektor guna menyusun sistem terbaik, dalam rangka mengembangkan usaha parawisata dan produk ekonomi kreatif masyarakat. Mendorong peningkatan kualitas dan variasi karya kreatif masyarakat agar semakin memberi daya tarik bagi wisatawan dan pasar.

Asiten Deputi Pengembangan Destinasi Regional I Kemenparekraf RI, Reza Fahlevi menyampaikan, terkait potensi wisata, Aceh harus tahu keunggulan pariwisatanya. Di mana objek wisata yang unggul dan memiliki potensi.

“Ini harus dilakukan, agar ke depan Aceh mampu bersaing dengan daerah lain,” tuturnya.

Fahlevi mengatakan, Kemenparekraf RI terus mendorong dan mensuport Aceh dalam mengembangkan pariwisata, dengan ditetapkan Aceh sebagai destinasi wisata halal. Penghargaan ini, merupakan kesempatan bagi Aceh untuk terus mengemas dan membenahi industri pariwisatanya. Sekaligus memperkuat positioning Aceh sebagai destinasi wisata halal yang layak dikunjungi oleh setiap wisatawan melalui semangat “The Light of Aceh”.

Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh Rahmadhani mengatakan, untuk mengemas kegiatan pariwisata di Aceh agar berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara, perlu dukungan semua pihak. Ia berharap, industri pariwisata di Aceh berkembang dengan semangat revolusi 4.0.

Menurutnya, perkembangan industri pariwisata di Aceh bersifat inklusif, dengan melibatkan semua pihak, khususnya pelaku industri pariwisata Aceh, Sumatera dan lainnya.  

Disbudpar Aceh terus melakukan sosialisasi lewat even untuk mempromosikan destinasi wisata yang layak dan aman dikunjungi wisatawan. 

“Dengan membenahi tiga aspek utama, yaitu atraksi, accesibilitas dan amenitas,” ujarnya.[]

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *