Dari Dusun ke Gampong Digital

oleh -259 views
Suasana peluncuran profil dan website Gampong Blang Raja, Selasa 5 November 2019. (BASAJAN.NET/M. NOZA)

BASAJAN.NET, Blangpidie- Pagi itu, jarum jam menunjukkan angka delapan. Beberapa pemuda terlihat sibuk merapikan kursi di bawah teratak besar yang dipasang bersebelahan dengan gedung serba guna. Kursi-kursi yang dipasang kain warna perak itu, disusun berjejer. Di bagian terdepan, terdapat tiga sofa coklat besar yang diapit beberapa kursi kayu. Meja-meja kecil yang di atasnya tersusun buah-buahan dan botol air mineral.

Di depan teratak, terdapat panggung berukuran 4×4 meter. Bagian atasnya dihias kain merah, hijau dan perak. Terpal biru dibentang di bagian lantai. Banner berukuran 2×3 meter terikat di bagian belakang, bertuliskan launching profil dan website Gampong Blang Raja.

Selasa, 5 November 2019, merupakan hari bersejarah bagi Gampong Blang Raja. Gampong yang terletak di Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) itu, tepat berusia sembilan tahun. Peringatan Milad Gampong Blang Raja kali terasa spesial, karena bersamaan dengan diluncurkan (launching) profil gampong dalam bentuk video, buku, dan website.

Jam telah menunjukkan pukul sembilan lewat tigapuluh menit. Matahari mulai meninggi dan menyengat. Satu persatu tamu undangan mulai berdatangan, mereka langsung memenuhi deretan kursi yang telah disiapkan. Semua berpakaian rapi. Perempuan dan laki-laki, ada juga yang berpeci.

Di tengah kerumunan orang yang terus berdatangan, seorang laki-laki paruh baya terlihat sangat sibuk. Ia dengan sigap menyapa tiap tamu yang datang. Sekali-kali ia menyeka dahinya yang mulai berkeringat. Hari itu, ia terlihat necis dengan setelan seragam keuchik coklat muda. Peci hitam di kepala membuatnya kian berwibawa.

Namanya Ridwan, kulitnya sawo matang. Postur tubuhnya sedang. Wajahnya garang layaknya laki-laki Aceh pada umumnya. Namun kegarangan wajahnya seketika hilang tiap bertemu orang lain, hanya senyum, dan tawa penuh canda acapkali yang terlihat. Ia adalah Keuchik Gampong Blang Raja. Meski hanya menjabat sebagai Penanggung Jawab (PJ), namun sejak ia memimpin dari tahun 2017, berbagai pembangunan gampong telah berhasil diwujudkan.

Ketika sedang asyik menyapa tamu, tiba-tiba mata Ridwan menoleh ke ujung jalan. Ia langsung bersiap, posisinya sigap menyambut laki-laki yang datang ke arahnya. Dengan wajah sumringah, Ridwan pun langsung menyalami dan memeluk orang nomor satu di Aceh Barat Daya itu. Ridwan dan Akmal Ibrahim pun langsung menyapa tamu undangan lainnya. Canda dan tawa pun pecah. Suasana kekeluargaan begitu terasa. Akmal Ibrahim memang dikenal sebagai bupati yang dekat dengan masyarakat. Setelah menyapa para tamu, Akmal langsung menuju tempat duduk yang telah disiapkan. Acara pun langsung dimulai.

“Gampong Blang Raja hari ini telah berbeda sejak dimekarkan sembilan silam,” ujar Ridwan dalam pidatonya.

“Dulu yang hanya sebuah dusun, kini sedang bersiap menuju gampong berbasis digital,” sambungnya, disertai tepuk tangan dari para tamu.

Blang Raja awalnya merupakan satu dusun, bagian dari Gampong Pantee Rakyat. Dimekarkan menjadi gampong pada tahun 2011. Pasca pemekaran, Blang Raja terus berbenah dan menunjukkan kelayakannya sebagai gampong. Berbagai pembangunan dilakukan sejak PJ Keuchik pertama ditunjuk.

Sejak Ridwan menjabat keuchik, ia bersama aparatur gampong terus berupaya menghadirkan berbagai inovasi di Gampong Blang Raja. Di antara inovasi itu adalah pembuatan video dan penulisan profil gampong, serta pembuatan website gampong yang diluncurkan hari itu, bersamaan dengan Milad sembilan tahun Gampong Blang Raja. Sebelumnya, Gampong Blang Raja juga telah memiliki inovasi budidaya ikan lele sangkuriang sistem bioflok, yang dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ridwan, Keuchik Gampong Blang Raja. FOTO: BASAJAN.NET/NURUL FAHMI.

Ridwan mengatakan, kehadiran website gampong sebagai upaya mewujudkan Blang Raja sebagai gampong berbasis digital. Sekaligus bentuk penyesuaian dengan perubahan teknologi informasi yang kian berkembang.

Ia menyampaikan, kehadiran website gampong dapat mempermudah masyarakat luas dalam mengakses berbagai informasi tentang gampong. Seperti kependudukan dan potensi gampong. Selain itu juga memudahkan urusan administrasi.

“Nanti, akan kita sediakan segala bentuk administratif berbasis website. Semua keperluan surat menyurat bisa diselesaikan dalam waktu singkat,” ujarnya.

Menurutnya, launching profil dan website, menandai secara administrasi, Gampong Blang Raja selangkah lebih maju dan telah menciptakan inovasi. Ridwan berharap, Gampong Blang Raja terus maju dan dapat berbenah di segala bidang untuk tercapainya gampong makmur, adil dan bermartabat.

“Semoga web ini terus aktif dan berkelanjutan,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Barat Daya, Akmal Ibrahim mengatakan, kemajuan yang ditunjukkan Gampong Blang Raja dengan inovasi-inovasinya, membuktikan pemekaran gampong dapat memajukan masyarakat dan daerah. Meski ia juga mengakui, pemekaran selalu menimbulkan pro dan kontra.

Akmal menyebutkan, selama dirinya menjabat bupati, terdapat 20 desa pemekaran di Abdya. Menurutnya, pemekaran bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia mencontohkan, dengan adanya pemekaran, maka setiap desa akan mendapatkan tunjangan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), sebesar Rp1 Miliar per tahun atau sesuai kebutuhan Desa.

“Semoga Blang Raja, menjadi pembeda dari gampong-gampong lainnya di Abdya ini,” ungkap Akmal.

Launching profil dan website Gampong Blang Raja bertema Rakyat Membangun Gampong Maju itu, juga turut dihadiri DPRK Abdya, Ketua MAA, Ketua MPU, Camat Kecamatan Babahrot, Muspika, para ulama, para keuchik, aparatur gampong dan masyarakat Gampong Blang Raja.[]

 

WARTAWAN: MUHAMMAD NOZA

EDITOR: MELLYAN

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *