Tiga Ide Bisnis Terbaik dapat Pembinaan Startup IBT UTU

oleh -215 views
Peserta Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) Universitas Teuku Umar (UTU) sedang mempresentasikan ide inovatif di hadapan stakeholder, Selasa, 8 Oktober 2019 di Ruang Meeting Hotel Meuligoe. (BASAJAN.NET/M. NOZA)

BASAJAN.NET, Meulaboh- Tiga ide bisnis terbaik di Barat Selatan Aceh mendapatkan pembinaan pengembangan startup dari Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) Universitas Teuku Umar (UTU). Ketiga ide bisnis tersebut, pupuk jimat sakti, seulimeng syrup dan Imaco Nata De Coco.

Ketua IBT UTU, Hafinuddin mengatakan, ketiga ide bisnis yang terpilih tersebut merupakan proses penjaringan dari 22 ide kreatif yang dilakukan IBT UTU untuk peningkatan wirausaha masyarakat Barat Selatan (Barsela) Aceh.

“Sehingga menghasilkan bisnis-bisnis baru untuk peningkatan perekonomian di Barsela,” ujar Hafinuddin pada Focus Group Discussion (FGD) merajut aspirasi stakeholders dalam pengembangan startup bidang pertanian dan perikanan di Barat Selatan Aceh, di Ruang Meeting Hotel Meuligoe, Selasa, 8 Oktober 2019.

Hafinuddin menyampaikan, IBT UTU berkonsentrasi dalam menggerakkan bidang pertanian dan perikanan, dengan lembaga yang dapat memberi peluang untuk dikomersialkan. Ke depan IBT UTU menargetkan dapat menghasilkan tiga startup setiap tahunnya.

“Saat ini kami hanya sanggup membina enam tenan saja,” ungkapnya.

Ia menambahkan, di Sumatera hanya ada empat perguruan tinggi yang mendapatkan fasilitas IBT, yaitu Universitas Jambi, Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, Universitas Syiah Kuala, dan Universitas Teuku Umar. Fokus pasar IBT ditujukan kepada dosen, mahasiswa dan masyarakat umum yang kreatif dan inovatif sebagai inventor.

Sementara itu, Kepala Seksi Lembaga Inkubator Teknologi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI), Tekad Iman Sumarisman mengatakan, potensi besar dalam pengembangan bidang pertanian dan perikanan, menjadi salah satu alasan UTU mendapatkan IBT.

Sumarisman menjelaskan, IBT merupakan suatu wadah pengembangan pengusaha pemula berbasis pertanian dan perikanan yang dilatih dan dibina agar mampu meningkatkan daya jual wirausaha.

IBT diharapkan dapat menumbuhkan minat wirausaha dan meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya wilayah Barat Selatan Aceh.

“Saya harap, forum diskusi ini dapat memberikan komitmen dan dukungan dari berbagai pihak, untuk kesuksesan kegiatan ini,” ungkapnya.

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama (AKPK) UTU, Muslim Raden menyampaikan, IBT satu lembaga yang bergerak di bidang pengembangan usaha, dengan visi menjadi pusat IBT unggul berbasis pertanian dan perikanan tingkat sumatera tahun 2023.

Untuk itu, IBT UTU tengah berupaya membangun kerjasama dan jejaring dengan pemangku kepentingan, seperti lembaga keuangan, pemerintah, industri dan pemilik paten.

“FGD ini diharapkan dapat memberikan saran yang berdampak positif pada IBT, sehingga tercapainya kemandirian,” jelasnya.

Chief Operating Officer (COO) Seulimeng Syrup, Hasmita menjelaskan, produknya sebagai inovasi terbaru dari belimbing wuluh. Menurutnya, belimbing wuluh tak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pelengkap makanan seperti asam sunti, namun juga dijadikan bahan dasar syrup yang memiliki vitamin A,B, dan C yang baik untuk kesehatan.

“Kita ingin mengedukasi petani dalam pemanfaatan dan inovasi terbaru belimbing wuluh yang dapat dijadikan sebagai oleh-oleh khas Aceh dalam bentuk syrup,” tuturnya.

Chief Executive Officer (CEO) Pupuk Jimat Sakti, Miru Arjo mengatakan, pihaknya berinovasi untuk memproduksi Pupuk Organik Cair (POC) Jimat Sakti sebagai pengendali Penyakit pada tanaman yang ramah lingkungan.

Bahan pembuatan POC Jimat Sakti memanfaatkan limbah Nanas dan limbah Jeroan Ikan. Selain untuk pupuk, pemanfaatan limbah ikan tersebut juga dapat mengatasi pencemaran lingkungan dan sungai yang berubah warna dan berbau tidak sedap.

Ia berharap, IBT mampu memotivasi pemuda maupun masyarakat agar peka terhadap lingkungan sekitar dan mendukung pengembangan produk dari usaha mandiri menjadi sebuah perusahaan.

Focus Group Discussion (FGD) IBT UTU dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Bank Aceh, Bank Danamon, Bank BTN, PT Mifa Bersaudara, Dekan Teknik UTU, Dekan Ekonomi UTU, Sekjur Hukum dan ADM Fisip UTU, Ketua STIMI Meulaboh, perwakilan STAIN Meulaboh, RRI dan Basajan.Net. []

WARTAWAN : M. NOZA DAN MARIANI
EDITOR: RAHMAT TRISNAMAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *