Tiga Faktor Raih Sukses Era 4.0

oleh -171 views
Guru besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Farid Wajdi. (BASAJAN.NET/JM)

BASAJAN.NET, Meulaboh- Guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Farid Wajdi menyampaikan, ada tiga faktor utama meraih sukses di era Industri 4.0. Ketiga faktor tersebut, akan menjadi pembeda bagi setiap orang dalam bersaing di masa yang terus berubah, sekaligus memperbaiki kualitas hidupnya.

“Allah tak akan mengubah keadaan suatu kaum, jika kaum itu tak mengubahnya,” ujar Farid, dalam orasinya pada wisuda sarjana angkatan VII, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, Kamis 24 Oktober 2019.

Faktor pertama, ilmu pengetahuan atau pendidikan. Kata Farid, pengetahuan yang dimiliki seseorang akan menjadi faktor pembeda pertama. Bahkan keutamaan ilmu menjadi penekanan utama bagi setiap muslim.

Farid menjelaskan, kata ilmu dalam al-Quran diulang sebanyak 854 kali, sebagai bentuk proses pencapaian pengetahuan dan objeknya. Hal ini ia istilahkan dengan kecerdasan atau faktor head.

“Ilmu menunjukkan keunggulan manusia atas makhluk lainnya. Atas dasar keunggulan itulah manusia dapat menjalankan fungsi,” ungkapnya.

Kedua adalah hand atau skill. Faktor ini kata Farid, menunjukkan pada kemampuan seseorang dalam berbuat dan menciptakan sesuatu. Baik dalam bentuk benda, maupun kemampuan dalam memimpin dan mengelola.

Sementara yang ketiga, heart atau karakter. Faktor ini merupakan sesuatu yang melekat pada pribadi seseorang. Menurutnya, berdasarkan penelitian-penelitian yang ada, tentang rahasia sukses orang-orang berpengaruh di dunia, menunjukkan tentang pentingnya karakter kepribadian dalam meraih kesuksesan.

Adapun karakter tersebut di antaranya, kejujuran, kerjasama, suka menolong atau membantu orang lain, kerja keras dan pantang menyerah.

“Kejujuran yang selama ini kita anggap menjadi bagian penting bagi umat Islam, ternyata juga sangat diutamakan oleh orang-orang non muslim,” papar Farid.

Farid mengutarakan, ketiga faktor (head, hand dan heart) tersebut, saling mendukung, tapi hal terpenting adalah membentuk karakter. Pandai dan memiliki segudang kemampuan saja tidak cukup, tanpa didasari nilai-nilai kejujuran, saling menghargai dan lainnya. 

“Terutama nilai-nilai keimanan dan keislaman kita,” tegas Farid.

Karenanya, mantan Rektor UIN Ar-Raniry itu berpesan, para lulusan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh tidak cepat puas dengan hasil yang diraih. Wisuda dan prestasi yang telah diraih merupakan awal untuk menghadapi persaingan yang sesungguhnya.

“Di depanmu, persaingan masih panjang. Orang sukses adalah orang yang bersungguh-sungguh,” ungkap Farid di hadapan 147 wisudawan, di Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Meulaboh.

Baca juga: Ketua STAIN Meulaboh Ingatkan Lulusan Siapkan Mental dan Skill

Sementra itu, Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Inayatillah mengingatkan lulusan kampus tersebut untuk menyiapkan mental dan skill yang mempunyai keunggulan dari lainnya.

“Di era industri 4.0 ini, menjadi pandai saja tidak cukup. Dimana mesin telah dirancang melebihi kepandaian manusia,” ujarnya.

Inayatillah menyampaikan, jalan utama mempersiapkan skill paling mudah adalah mempunyai perilaku yang baik (behavioral attitude), meningkatkan kompetensi diri dan memiliki semangat literasi. 

Bekal persiapan diri tersebut dapat dilalui dengan jalur pendidikan (long life education) dan konsep diri. Melalui pengalaman bekerjasama lintas generasi/lintas disiplin ilmu. Senantiasa membuka diri terhadap perubahan, cepat dan tepat membaca situasi, berintegritas dan tangkas dalam bertindak.[]

 

WARTAWAN: JUNAIDI MULIENG

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *