Pertama di Barsela Dosen STAIN Meulaboh Rancang E-Learning

oleh -113 views
Mukhlizar saat mempresentasikan sistem e-learning di STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Rabu 9 Oktober 2019. (BASAJAN.NET/ISTIMEWA)

BASAJAN.NET, Meulaboh– Guna mewujudkan digitalisasi pendidikan di era disrupsi, dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, merancang sistem pembelajaran online atau e-learning. Sistem ini diklaim sebagai yang pertama bagi perguruan tinggi di Barat Selatan (Barsela) Aceh.

Sistem e-learning ini dirancang oleh Hijrah, dosen Jurusan Dakwah dan Komunikasi Islam dan Mukhlizar dosen Jurusan Tarbiyah dan Keguruan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.

Keduanya saat ini juga dibantukan pada Unit Pelaksana Teknis Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (UPT-TIPD) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.

Hijrah mengatakan, e-learning sebagai upaya untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar di kampus keagamaan Islam tersebut, dengan memanfaatkan teknologi informasi.

“Tidak hanya itu, e-learning juga akan mendorong mahasiswa untuk belajar tanpa dibatasi ruang dan waktu,” ujar lulusan Magister Ilmu Komputer Universitas Budi Luhur Jakarta ini, Kamis 10 Oktober 2019.

Hijrah mengatakan, era industri 4.0 menuntut lulusan perguruan tinggi untuk melek teknologi. E-learning merupakan salah satu upaya untuk menjawab tantangan tersebut. 

Menurutnya, dengan kondisi perkembangan seperti saat ini, setuju atau tidak, kebutuhan digitalisasi akan terus dikembangkan ke arah yang difokuskan pada produktivitas tanpa terbatas ruang dan waktu. 

“Saat ini situs e-learning sudah bisa digunakan melalui http://elearning.sipadu-stainmeulaboh.com/ namun masih dalam tahapan user acceptance testing (UAT),” jelasnya.

Hijrah. Foto: BASAJAN.NET/ISTIMEWA

Sementara itu, Mukhlizar memaparkan, kendala yang terjadi selama proses belajar-mengajar di kampus, menjadi alasan utama sistem e-learning dirancang.

Menurutnya, selama ini ketika dosen tidak bisa  mengisi perkuliahan, seperti dinas luar kota atau melakukan penelitian keluar daerah dan sebagainya, mengakibatkan tidak tuntasnya capaian belajar yang tertuang dalam silabus.

“E-learning akan membantu para pendidik untuk berinteraksi dengan mahasiswa,” jelasnya.

Mukhlizar mengatakan, selain untuk memudahkan proses perkuliahan, hadirnya e-learning juga  untuk memantik inovasi para dosen lain di STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.

“Ke depan kami akan berupaya terus mengembangkan e-learning ini, tidak menutup kemungkinan untuk dihadirkan dalam bentuk android apps,” ungkap Magister Ilmu Fisika Institut Teknik Bandung (ITB) ini.

Rancangan sistem e-learning mendapat sambutan positif dari pimpinan kampus. 

Kepala UPT-TIPD, Junaidi mengapresiasi inovasi yang dihasilkan oleh kedua dosen tersebut. Menurutnya, sistem e-learning akan sangat membantu proses pengembangan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh di era digital.

“Ini sesuai dengan arah pengembangan kampus, menjadi PTKIN berbasis teknologi dan turats di Barat Selatan Aceh,” ujarnya.

Terkait kemungkinan untuk dilakukan pengembangan ke depan, Junaidi mengatakan, akan mempelajari lebih lanjut tentang sistem e-learning tersebut.

“Jika memungkinkan, nanti akan dipaparkan di hadapan seluruh unsur pimpinan kampus,” ucapnya.[] 

 

WARTAWAN: ARISKI SEPTIAN

EDITOR: RAHMAT TRISNAMAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *