MAN 4 Aceh Utara Pilih Ketua OSIM Secara Online

oleh -223 views
Proses pemilihan Ketua OSIM MAN 4 Aceh Utara. Selain dilakukan secara manual, pemilihan juga menerapkan sistem online atau e-voting. (BASAJAN.NET/ISTIMEWA)

BASAJAN.NET, Lhoksukon- Guna memberikan pendidikan demokrasi dan pengetahuan tentang tata cara pemilu sejak dini, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Aceh Utara, melakukan pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) secara online atau e-voting.

Pemilihan yang berlangsung di lapangan sekolah setempat, Sabtu 5 Oktober 2019, diikuti oleh siswa dan dewan guru. 

Panitia Komisi Pemilihan Umum, Al Fadil Muhammad dalam rilis yang diterima redaksi Basajan.net, Ahad 6 Oktober 2019 mengatakan, pemilihan Ketua OSIM layaknya pemilu legislatif atau presiden ini, perdana digelar di MAN 4 Aceh Utara. 

“Dengan diadakan pemilihan OSIM seperti ini, siswa bisa memahami pentingnya memilih pemimpin. Mulai dari sekolah, hingga nanti ketika mereka menggunakan hak suaranya dalam menentukan pemimpin bangsa,” ujar Fadil.

Fadil menyampaikan, pemilihan ketua OSIM secara online ini membuat para siswa antusias. Dari ratusan siswa yang ada di sekolah tersebut, tak ada satu pun yang golput.

Ia berharap, dengan adanya pemilihan ketua OSIM berbasis elektrik atau e-voting ini, mampu menanamkan kesadaran bagi siswa tentang pentingnya memanfaatkan teknologi sebagai bentuk kepedulian terhadap sosok pemimpin.

Fadil menjelaskan, e-voting bertujuan untuk mengenalkan siswa pada sistem demokrasi langsung yang transparan, serta dapat menggunakan hak suaranya untuk memilih sosok pemimpin OSIM. 

“E-Voting dapat dikatakan menarik lantaran bisa menggunakan hak suaranya atau sistem pemungutan suara melalui internet,” jelasnya.

Fadil menuturkan, pada pemilihan tersebut, ada enam calon ketua OSIM yang mendaftarkan diri. Mereka adalah Marjana XI IPS 1, Juliadi XI IPA 1, Munawwarah XI IPA 1, Azra Nadya XI IPA 2, Emi Mastura X IPA 2, dan Murzani X IPS 1. Semua calon memperebutkan 219 suara. Selain sistem online, pemilihan juga dilakukan dengan cara manual.

“Setelah semua memberikan hak suaranya, langsung dilanjutkan dengan penghitungan,” kata Fadil.

Berdasarkan hasil perhitungan suara, Murzani terpilih sebagai Ketua OSIM MAN 4 Aceh Utara, dengan perolehan 86 suara. Unggul jauh dari calon lainnya, yaitu Marjana 66 suara, Juliadi 15 suara, Munawwarah 5 suara, Azra Nadya 20 suara, dan Emi Mastura 10 suara. Ada 212 suara sah dan 7 suara tidak sah. 

Pengukuhan Ketua OSIM akan dilaksanakan Senin, 7 Oktober 2019.

Sementara itu, Kepala MAN 4 Aceh Utara, Faisal menyampaikan, pemilihan dengan sistem pemilu manual dan e-voting, selain sebagai pembelajaran berdemokrasi, pemilihan ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin terbaik, amanah, visioner, dan mampu berinovasi dalam menunjang program-program di madrasah.

Faisal mengatakan, e-voting digelar dua hari sebelum pemilu manual diadakan. Hal ini dilakukan agar menarik minat siswa dalam memberikan suara pada saat pemilu manual. Selain itu, juga untuk mengetahui hasil sementara atau quickcount. 

Dalam pemilihan tersebut, sekolah menyiapkan bilik suara, kotak suara, tinta, dan alat pencoblosan. Sebelum mencoblos, ratusan siswa harus mengantri untuk mendapatkan surat suara yang berisi foto kandidat. Mereka pun menuju bilik suara untuk melakukan pencoblosan. 

Setelah mencoblos, surat suara dilipat kembali dan dimasukkan ke dalam kotak suara. Sebelum meninggalkan lokasi pemungutan suara, mereka harus mencelupkan tangan kedalam tinta, agar tidak ada yang memilih lebih dari satu kali.

Pemilihan ketua OSIM diawali dengan proses penjaringan, seleksi, pelaksanaan kampanye para kandidat dengan pemaparan visi dan misi, serta sosialiasi tata cara pencoblosan.

Ketua OSIM terpilih Murzani, berjanji akan menjalankan visi dan misi yang telah dipaparkan dengan baik. Adapun visi yang ia sampaikan pada saat kampanye yaitu menjadikan MAN 4 Aceh Utara menjadi sekolah berkualitas, berprestasi, inovatif, bertanggung jawab, dan dilandasi oleh iman. 

Sedangkan misi, ingin menghasilkan kader yang mampu menunjukkan identitas dan eksistensi baik dalam akademik maupun keorganisasian. Menumbuhkan rasa kekeluargaan antara peserta didik dan guru. Meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga lingkungan sekolah. Mengembangkan kreativitas, bakat, minat, dan potensi melalui kegiatan ekstrakulikuler. Mengoptimalkan fungsi dan peranan OSIM, serta melanjutkan program OSIM yang belum terlaksana, yaitu mengadakan lomba madding dan membuat website. 

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *