Mahasiswa Komunikasi UTU Gelar Karnaval 

oleh -191 views

BASAJAN.NET, Meulaboh- Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Teuku Umar (UTU), menggelar Karnaval Ilmu Komunikasi 2019. Kegiatan tersebut dilaunching Wakil Dekan II FISIP UTU, Apri Rotin Djusfi, di wifi zone kampus setempat, Sabtu, 5 Oktober 2019.

Ketua Panitia Karnaval, Rizki Vadli menyampaikan, Karnaval Ilmu Komunikasi 2019 merupakan kolaborasi mahasiswa angkatan 2017 bersama Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom) FISIP UTU. 

Rizki mengatakan, kegiatan dengan tema Komunitas Ilmu Komunikasi Mewarnai Kanvas Peradaban tersebut juga mendapat dukungan dari Dekan FISIP UTU dan Ketua prodi Ilmu Komunikasi.

Ia menjelaskan, karnaval tersebut sebagai gerbong perjalanan untuk membumikan Prodi Ilmu Komunikasi, yang telah dilakukan sejak tahun 2013.

“Tahun ini, sudah memasuki jilid kelima,” ujarnya.

Rizki menyebutkan, karnaval akan berlangsung hingga Desember 2019, dengan beberapa rangkaian kegiatan, seperti Pekan Ilmiah Komunitas Ilmu Komunikasi, kajian komunikasi bersama stakeholder dan  roadshow ke berbagai daerah di kawasan Barat Selatan (BARSELA) Aceh.

Selain itu, juga diadakan Pekan Kreativitas Kuliner Kara-kara Populer atau biasa disebut K3 (Kitri) Pop, sebagai wadah entrepreneurship dari Komunitas Ilmu Komunikasi.

“K3 (Kitri) Pop untuk merevitalisasi kembali potensi kuliner dan penganan khas Aceh, dengan mengadopsi konsep dan bentuk, serta cita rasa Milenial,” ungkap Rizki.

Pada Karnaval Ilmu Komunikasi, juga diadakan Pekan Seni Budaya, berupa lomba mars dan hymne UTU, serta pembacaan puisi Teuku Umar Johan Pahlawan, yang diikuti siswa SMA/MA sederajat di Kabupaten Aceh Barat. 

Rizki mengatakan, dasar kegiatan tersebut merupakan implementasi dari learning by doing selama berkhidmat di Prodi Ilmu komunikasi FISIP UTU. Dengan mengedepankan nilai-nilai integritas, komitmen, kemandirian dan keberpihakan.

“Seraya menjalaninya dengan sungguh dan yakin akan menjadi amal kebajikan yang bermanfaat untuk Prodi Ilmu Komunikasi, serta masyarakat luas sebagai langkah untuk mewarnai kanvas peradaban,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Fisip UTU, Putri Maulana mengatakan, karnaval komunikasi ini merupakan agenda yang patut diapresiasi, sebagai wadah untuk menyatukan perbedaan dan mengikat kebersamaan.

Menurutnya, dengan adanya kegiatan tersebut, mahasiswa dan alumni dapat menunjukkan kontribusi dan kepekaan terhadap masyarakat. 

Putri berharap, kegiatan tersebut menjadi langkah untuk lebih menghidupkan kekompakan mahasiswa, alumni dan Prodi  Ilmu Komunikasi ke depan.

“Harus ada agenda yang lebih besar dan positif, agar silaturahim, kerjasama, dan kekompakan selalu terjalin,” ujarnya.

 

Saatnya Kolaborasi Bukan Kompetisi

Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip UTU periode 2010-2015, Junaidi menyebutkan, apa yang dilakukan mahasiswa Prodi Imu Komunikasi sudah menunjukkan langkah-langkah maju dalam pengembangan kreativitas.

Menurutnya, kondisi mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UTU saat ini, jauh berbeda dengan sembilan tahun lalu. Dimana semua kemudahan fasilitas dan akses informasi sudah tersedia. 

Namun Ia mengingatkan, jangan sampai kemudahan dan kemajuan yang ada saat ini malah membuat mahasiswa terlena, hingga lalai mengembangkan potensi diri. Terlebih dengan persaingan di era revolusi industri 4.0, setiap lulusan perguruan tinggi dituntut untuk memiliki skill mumpuni, jika tidak ingin perannya digantikan oleh robot.

“Persaingan yang kita hadapi hari ini, bukan lagi sesama manusia, tapi mesin,” ujar Junaidi, yang juga Direktur Basajan Group.

Junaidi menambahkan, sudah selayaknya seluruh masyarakat kampus hari ini, mulai dari dosen hingga mahasiswa, untuk saling berkolaborasi dalam menggali dan mengembangkan setiap potensi yang ada. 

“Sudah bukan zamannya lagi berkompetesi dengan menunjuk keunggulan diri,” tegasnya.

Karnaval Ilmu Komunikasi 2019 ini digagas dosen senior Ilmu Komunikasi FISIP UTU, Said Fadhlain. Selain sebagai wadah aktualisasi pengembangan kreativitas mahasiswa, kegiatan tersebut juga untuk menanamkan nilai-nilai kekeluargaan dan kekompakan dalam diri mahasiswa.

“Nilai-nilai dari pendidikan berkarakter itu harus diwujudkan dalam bentuk nyata. Sehingga mereka mampu berproses untuk mencapai setiap tujuan,” ujar Said Fadhlain, yang dikenal akrab dengan mahasiswa.

Alumni Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UTU angkatan 2008, Muhammad Nasir mengapresiasikan kegiatan yang diadakan juniornya. Selain sebagai ajang silaturahmi, juga sebagai wadah untuk menghasilkan ide-ide baru.

“Pertemuan seperti ini harus rutin diadakan, agar hubungan mahasiswa Ilmu Komunikasi dengan para alumni terjalin dengan baik,” ujarnya.

Ketua HIMAKOM 2008-2009 ini mengatakan, untuk pengembangan skill, mahasiswa ilmu komunikasi harus diberikan soft training terkait peluang dan tantangan dunia kerja. 

“Hal ini sangat penting, agar nantinya adik-adik benar siap menghadapi dunia kerja,” tutupnya.

Sementara itu Sekretaris Panitia Karnaval, Netia Novitasari berpesan kepada para alumni untuk tidak melupakan kampus, dosen, serta para junior di Prodi Komunikasi Fisip UTU.

Menurutnya, walaupun para alumni bukan lagi mahasiswa, namun harus tetap bekerjasama dengan pihak kampus, terutama dengan para mahasiswa untuk membagikan pengalaman.

“Semoga para alumni selalu sukses dan bisa membagikan pengalamannya kepada adik-adik mahasiswa,” harapnya.

Launching Karnaval Ilmu Komunikasi 2019, juga dimanfaatkan untuk temu lintas generasi Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UTU, syukuran alumni, pembentukan ikatan alumni, serta santunan anak yatim.

Turut hadir, para Kajur/Kaprodi Ilmu Komunikasi dari tahun 2007 hingga 2019, di antaranya Said Fadhlain, Junaidi, Yuhdi Fahrimal, Rahma Hidayati dan Putri Maulina. Para Wakil Dekan FISIP UTU 2006-2019, para sekretaris prodi, dosen, alumni, dan mahasiswa.[]

 

WARTAWAN: RAHMAT TRISNAMAL

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *