Laporan Penelitian Wajib Upload di Repository Institusi

oleh -154 views
Dekan Fakultas Adap dan Humaniora, Fauzi meneyerahkan cinderamata kepada Ida Farida sebagai narasumber Kuliah Umum di aula Fakultas kampus setempat, Jumat 4 Oktober 2019. (BASAJAN.NET/ISTIMEWA)

BASAJAN.NET, Banda Aceh – Setiap laporan hasil penelitian mahasiswa wajib di upload ke repository masing masing institusi. Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam surat edaran Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kemenristekdikti, nomor  B/323/B.B1/SE/2019.

“Publikasi Karya Ilmiah Program Sarjana, Program Magister, dan Program Doktor wajib di upload ke repository masing-masing institusi,” ujar Ida Farida, Dosen Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Hal tersebut disampaikan Ida Farida saat memberikan kuliah umum bagi dosen dan mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Jumat 4 Oktober 2019 di aula fakultas kampus setempat.

Doktor lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengatakan, banyak pengetahuan yang dihasilkan oleh dosen, mahasiswa, dan peneliti di Perguruan Tinggi, namun karya mereka  sering tersebar dan tidak terintegrasi dalam satu sistem.

“Karena itu, mengapa Open Access Institutional Repository (OAIR) penting diterapkan di Perguruan Tinggi,” jelasnya.

Manfaat lain dari OAIR, kata Ida, untuk branding keilmuan perguruan tinggi, sentralisasi karya ilmiah di Perguruan Tinggi dan menyediakan karya ilmiah untuk masyarakat luas.

Sementara itu, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, Fauzi  mengingatkan tentang pentingnya menguasai teknologi informasi pada era revolusi industri 4.0, khususnya mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan.

“Seperti repository membutuhkan orang-orang yang mampu menguasai teknologi sehingga mampu mengelola informasi yang dibutuhkan oleh warga kampus,” kata Fauzi.

Ketua Prodi S1 Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry, Nurhayati Ali Hasan menjelaskan, repository institusi menjadi sebuah tantangan, sekaligus peluang yang harus dilakukan oleh perpustakaan dan juga para mahasiswa dan alumni Ilmu Perpustakaan.

“Mengingat perubahan teknologi informasi secara global berpengaruh pada eksistensi perpustakaan sebagai sistem penyebaran informasi,” ujarnya.[]

 

EDITOR : RAHMAT TRISNAMAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *