Ribuan Masyarakat Aceh Barat Bersihkan Bumi dari Sampah Plastik

oleh -139 views
Relawan Aceh Barat berhasil mengumpulkan 1.892 ton sampah pada World Cleanup Day (WCD) 2019, Sabtu 21 September 2019. (BASAJAN.NET/M. NOZA)

BASAJAN.NET, Meulaboh- Ribuan masyarakat Kabupaten Aceh Barat ikut berpartisipasi membersihkan bumi dari sampah plastik. Kegiatan yang bertajuk World Cleanup Day (WCD) 2019 ini, dipusatkan di Lapangan Teuku Umar Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Sabtu 21 September 2019.

World Cleanup Daya (WCD) 2019, dilaksanakan secara serentak di 157 negara. Khusus untuk Aceh, Leader WCD dipercayakan kepada Aceh Barat, di bawah Komunitas Timoeh.

Leader WCD 2019 Aceh Barat, Mhd Maidil Perdhana mengatakan, pihaknya menargetkan sepuluh ribu relawan untuk ikut ambil bagian pada kegiatan tersebut. Namun dikarenakan beberapa hal, jumlah relawan yang ikut berpartisipasi hanya lima ribuan lebih.

Meski begitu, kata Dhana, jumlah relawan WCD 2019 jauh meningkat dibanding tahun lalu, yang hanya berjumlah sekitar tujuh ratusan relawan.

Ia menyampaikan, tindak lanjut dari WCD ini, pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Barat untuk membentuk bank sampah di setiap instansi, terutama sekolah.

“Semoga dapat segera terealisasikan,” ujarnya.

Dhana berharap, dengan adanya WCD, pola pikir masyarakat Indonesia, khususnya Kabupaten Aceh Barat, akan berubah dan lebih sadar akan kebersihan lingkungan, terutama mengurangi penggunaan pemakaian plastik.

“Ayo bijak sampah,” ajaknya.

Relawan WCD Aceh Barat. Foto: BASAJAN.NET/M.NOZA

Berita lainnya: World Cleanup Day-Timoeh: Selamatkan Bumi dari Sampah Plastik

Sementara itu, Leader WCD Provinsi Aceh, Ishalyadi menyampaikan pentingnya bijak sampah. Tanpa disadari, permasalahan sampah akan menjadi masalah besar bagi kehidupan makhluk hidup, termasuk terhadap kesehatan manusia.

“Untuk itu, penduduk dunia bergerak bersama untuk mengkampanyekan bijak penggunaan plastik,” ungkapnya.

Menurutnya, memindahkan sampah dari satu titik ke tempat pembuangan akhir, sama halnya dengan memindahkan masalah.

“Jadi solusinya adalah mengubah perilaku semua kalangan masyarakat, termasuk saya agar berperilaku bijak plastik,” pesannya.

Ishalyadi mengatakan, tahun lalu ada sembilan gubernur dan lima bupati yang ikut menyukseskan WCD dengan bersama-sama menjadi relawan. Hal tersebut menandakan gerakan WCD telah menarik perhatian pemerintah, swasta dan masyarakat.

Ia berharap, dukungan dari pemerintah terhadap gerakan WCD semakin meningkat. WCD 2019, relawan berhasi mengumpulkan 1.892 ton sampah.

“Kita harus bergerak mulai sekarang, bergandengan bersama dalam kedamaian dan menjadi contoh bagi yang lain,” ucapnya.

WCD 2019 turut disukseskan oleh 31 komunitas di Kabupaten Aceh Barat. Yaitu UKM PK UTU, Lembaga Pers Mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Komunitas Bungong Nanggroe, UKM KSR UTU, UKM Himalatul Qur’an, Komunitas GPL, Gubernur FKM UTU, HIMAKES FKM UTU, UKM SCD UTU, BEM Pertanian UTU, Dewan Racana UTU, Osh Forum FKM UTU, Sat Menwa UTU, Tarantula UTU, Bflf Aceh Barat, GenBi UTU, HMKL FKM UTU, ACT, MRI, Himasep UTU, IAKMI Aceh Barat, SDS, Basajan Creative School (BCS) dan lainnya.

Anggota Basajan Creative School (BCS) Muhammad Noza menyampaikan, WCD sangat bagus untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Terutama dari masalah yang dapat ditimbulkan dari sampah plastik

“Semoga ini dapat memberi pembelajaran dan pengetahuan bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga bumi ini,” tuturnya.[]

 

WARTAWAN: MARIANI
EDITOR: RAHMAT TRISNAMAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *