Mahasiswa UIN Ar-Raniry Diskusi Buku Karya KBA

oleh -135 views

BASAJAN.Net, Banda Aceh – Himpunan Mahasiswa Prodi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry menggelar diskusi buku “Akar Intelektual Politik Islam di Indonesia” karya Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad, Senin 16 September 2019.

Diskusi yang berlangsung di Ruang Teater, Gedung A Fakultas Syari’ah dan Hukum kampus setempat, dipandu oleh Iping Rahmat Saputra.

Menghadirkan pembicara masing-masing, Yusny Saby dan Fajran Zain dan turut dihadiri langsung oleh penulis buku “Akar Intelektual Politik Islam di Indonesia”, Kamaruzzaman Bustamam-Ahmad dan Mutiara Fahmi, selaku editor, serta Ketua Program Studi Hukum Tata Negara FSH UIN Ar-Raniry.

Ketua Program Studi Hukum Tata Negara FSH UIN Ar-Raniry, Mutiara Fahmi berharap melalui kegiatan diskusi buku tersebut mampu merangsang mahasiswa untuk memiliki semangat menulis.

Selain itu, kegiatan diskusi juga bertujuan untuk memacu semangat dan meningkatkan daya pikir Mahasiswa agar lebih aktif dan kritis, serta menghadirkan sikap peduli atas karya-karya hebat para penulis bangsa, khususnya Aceh.

“Diskusi ini diharapkan dapat merangsang mahasiswa untuk memiliki semangat untuk terus berkarya serta kita berharap melalui kegiatan-kegiatan diskusi seperti ini mampu memacu semangat berpikir mahasiswa untuk menghidupkan proses – proses akademik,” kata Mutiara Fahmi, melalui siaran pers, Senin, 16 September 2019.

Sebelumnya, Ketua Himpunan Mahasiswa Prodi Hukum Tata Negara, Jumadil berharap bahwa diskusi buku ini dapat menjadi sebuah wadah diskusi formal yang bergerak di internal kampus, sehingga kritik maupun saran yang dihasilkan dari diskusi tersebut dapat dijadikan bahan peningkatan mutu literasi mahasiswa Aceh secara umum, dan Hukum Tata Negara khususnya.

Lebih lanjut, Jumadil menyampaikan bahwa diskusi tersebut akan menjadikan satu batu loncatan untuk dapat melaksanakan diskusi demi diskusi lanjutan ke depan, dengan beragam isu yang merebak di masyarakat. Sehingga akal dan daya pikir mahasiswa akan lebih terpacu demi meningkatkan daya pikir kritis dalam menanggapi berbagai isu, baik itu sosial, hukum maupun politik.

“Kita berharap berbagai problematika tanah air dapat ditampung dalam konsep diskusi sederhana, dan hasil dari diskusi tersebut dapat dijadikan referensi yang luas demi terciptanya berbagai objek literasi yang dapat dibaca dan dikaji oleh setiap orang yang dibutuhkan,” katanya.[]

 

EDITOR: RAHMAT TRISNAMAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *