Madrasah Aceh Barat Dapat Penghargaan di HUT PMI 74

oleh -214 views
Asisten III, Edy Juanda menyerahkan penghargaan PMR teraktif kapada pembina PMR MAN 1 Aceh Barat, di halaman Kantor PMI Kabupaten Aceh Barat, Selasa 17 September 2019. (BASAJAN.NET/RAHMAT TRISNAMAL)

BASAJAN.Net, Meulaboh- Dua madrasah di Kabupaten Aceh Barat mendapatkan penghargaan sebagai Palang Merah Remaja (PMR) teraktif pada Hari Ulang Tahun (HUT) Palang Merah Indonesia (PMI) ke-74. Kedua madrasah tersebut yaitu, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Aceh Barat dan Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Nurul Falah Meulaboh.

Penghargaan diserahkan Asisten III Kabupaten Aceh Barat, mewakili bupati, Edy Juanda pada upacara HUT PMI ke-74, di halaman Kantor PMI Kabupaten Aceh Barat, Selasa 17 September 2019.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, Suhadi menyampaikan kepada seluruh madrasah di Kabupaten Aceh Barat, agar selalu aktif dalam segala kegiatan ekstrakurikuler, salah satunya pada kegiatan PMR.

Menurutnya, PMR dapat menjadi wadah dalam melahirkan generasi-generasi relawan kemanusiaan yang tangguh dengan bingkai keikhlasan.

“Selamat atas perolehan penghargaan yang didapatkan oleh kedua madrasah sebagai PMR teraktif di Kabupaten Aceh Barat,” ucap Suhadi.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kabupaten Aceh Barat, Suhadi foto bersama dengan PMR Madrasah Kabupaten Aceh Barat usai upacara HUT PMI ke 74 di halaman Kantor PMI Kabupaten Aceh Barat, Selasa 17 September 2019.

Sementara itu, Bupati Aceh Barat, Ramli MS dalam sambutannya yang dibacakan Asisten III, Edy Juanda menyampaikan PMI merupakan salah satu organisasi yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan yang keberadaannya telah diakui. Dimana sejarah telah membuktikan bahwa PMI memiliki peran yang sangat urgen dan strategis dalam memberikan bantuan kemanusiaan.

Sejak pembentukan pada tahun 1945, PMI telah melakukan kegiatan transfusi darah dan pelayanan kesehatan. Baik pada masa peperangan dan konflik maupun bencana alam di seluruh wilayah Indonesia.

Melihat peran PMI yang sangat urgen dan strategis tersebut, lanjut Edy, maka anggota PMI Kabupaten Aceh Barat harus memiliki dedikasi yang tinggi dan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana. Memiliki jiwa pengabdian yang tulus, serta bersifat netral.

“Artinya, tidak boleh membedakan, tetapi lebih mengutamakan korban yang paling membutuhkan untuk keselamatan jiwanya,” pesan Bupati Aceh Barat dalam mandatnya.

Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan tujuh prinsip PMI yaitu, kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan.

“Itu sangat diharapkan oleh masyarakat agar diterapkan PMI di Kabupaten Aceh Barat,” pesannya.

Bupati Aceh Barat juga menyampaikan selamat HUT PMI ke-74 tahun 2019, khususnya kepada PMI Kabupaten Aceh Barat.

“Mudah-mudahan dapat terus maju dan bergerak cepat dalam bidang sosial kemanusiaan di bumi Teuku Umar,” harapnya.[]

WARTAWAN: RAHMAT TRISNAMAL
EDITOR: JUNAIDI MULIENG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *