Habibie-Ainun Jadi Ikon KPID Award

oleh -84 views
Logo KPID Award 2019. (BASAJAN.NET/ Dok KPID Sulsel)

BASAJAN.NET, Makassar – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan memutuskan menggunakan ikon patung Cinta Sejati Habibie-Ainun sebagai logo pada pelaksanaan KPID Award pada 23-24 November 2019, di Kota Pare-pare, Sulawesi Selatan.

“Kami sudah menyepakati dalam rapat teknis dengan komisioner dan Pemerintah Kota Parepare di Makassar. Kesepakatannya memilih ikon patung Habibie dan Ainun sebagai logo pesta penyiaran tahun ini,” kata Ketua Panitia KPID Award, Riswansyah Muchsin, di Makassar, sebagaimana dilansir situs berita Antara, Jumat, 13 September 2019.

Menurutnya, dipilihnya ikon tersebut sudah sangat tepat, mengingat Baharuddin Jusuf (BJ) Habibie merupakan Presiden Indonesia ke-3, sekaligus putra terbaik bangsa yang lahir di Kota Pare-pare, Sulawesi Selatan.

KPID Sulsel juga turut berduka dan berkabung atas meninggalnya bapak teknokrat yang menjadi inspirasi semua orang, hingga ke luar negeri. Sekaligus menjadi tokoh kebanggaan Indonesia di mata Internasional yang dinobatkan menjadi bapak demokrasi bangsa yang pantas menjadi teladan.

“Sebelum kepergian almarhum, kami sudah sepakat menjadikan ikon pada logo kegiatan KPID Award nanti di kampung halaman Pak Habibie, Kota Pare-pare. Ini juga sebagai bentuk penghormatan dan kebanggaan kami terhadap mendiang eyang Habibie,” paparnya.

Pria yang pernah bergelut sebagai jurnalis televisi swasta itu menuturkan, kehadiran ikon Habibie-Ainun di logo KPID Award diharapkan bisa menjadi salah satu instrumen dalam memajukan insan dunia penyiaran di Sulsel.

Berita lainnya: Selamat Jalan Profesor

Tak hanya itu, sebagai lembaga penyiaran, mampu menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan, kesetiaan dan kebangsaan yang peduli dengan masa depan generasi bangsa.

Pelaksanaan semarak KPID Award tahun ini akan menjadi sejarah baru di lembaga pengawas penyiaran ini. Mengingat, selama kurun waktu 14 tahun terakhir, pelaksanaannya baru pertama kali pertama dihelat di luar Kota Makassar, di Kota Parepare yang dijuluki sebagai Kota Bandar Madani.[]

 

SUMBER: ANTARA

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *