UIN Ar-Raniry Luluskan 19 Doktor dan 89 Magister

oleh -93 views
Peserta Yudisium Pascasarjana UIN-Ar Raniry Tahun Akademik 2018/2019, Kamis 29 Agustus 2019. (BASAJAN.NET/NAT RIWAT)

BASAJAN.Net, Banda Aceh – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry kembali meluluskan sebanyak 19 doktor dan 89 magister pada yudisium semester genap tahun akademik 2018/2019. Upacara yudisium tersebut dilaksanakan di Aula lantai III gedung Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Darussalam Banda Aceh, Kamis 29 Agustus 2019.

Direktur Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Mukhsin Nyak Umar dalam sambutannya mengatakan, bahwa yudisium yang dilakukan pada setiap kelulusan mahasiswa merupakan pengukuhan kelulusan seorang mahasiswa yang dinyatakan telah memenuhi syarat kelulusan pada program studi, dengan harapan, ilmu yang telah diperoleh dapat dipraktikkan pada lembaga yang akan dilakukan mengabdi nantinya.

“Kami berharap ijazah magister dan doktor tertulis dalam raga setiap alumni Ar-Raniry menjadi soft-skills untuk membentuk mental yang kuat, serta menjadi insan yang memiliki integritas mulia dan bijaksana di tengah pergolakan dunia yang semakin canggih,” ujarnya.

Mukhsin mengajak kepada alumni UIN Ar-Raniry untuk membudayakan belajar sepanjang hayat, walaupun telah mendapat gelar doktor bukan petanda belajar telah selesai, masih banyak harus diasah dan dialami lagi.

Ia juga berpesan, bahwa darma bakti alumni UIN Ar-Raniry telah ditunggu oleh keluarga dan masyarakat serta Negara. Oleh sebab itu jangan pernah berhenti untuk belajar, karena sumber belajar tidak hanya dari dosen dan kampus saja, tetapi dari segala persoalan lingkungan sekitar, ini juga menjadi sumber belajar untuk kesuksesan di masa mendatang.

Wakil Direktur, Agusni Yahya dalam laporannya menyebutkan bahwa pada yudisium semester genap tahun akademik 2018/2019, Pascasarjana UIN Ar-Raniry melahirkan sebanyak 103 lulusan, terdiri dari 19 program doktor dan 89 magister. Dengan bertambahnya jumlah tersebut, maka pascasarjana UIN Ar-Raniry telah meluluskan 115 doktor dan 1.671 magister.

Ditambahkan, IPK tertinggi dari program doktor diraih oleh Zulfatmi dari prodi (S3) Pendidikan Agama Islam dengan IPK 3.78 lulus Cum Laude, sementara dari program magister diraih oleh Diyati dari prodi S2 PAI dengan IPK 3.85 lulus Sangat Baik.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *