Stop Gunakan Pembalut Pabrikan

oleh -14 views
Siti Aminah sedang memperlihatkan contoh pola pembalut kain kepada para peserta Patihan, Ahad 25 Agustus 2019. (BASAJAN.NET/SITI AISYAH)

BASAJAN.Net, Meulaboh – Menggunakan pembalut sudah menjadi rutinitas bagi semua wanita. Mayoritas wanita, lebih sering menggunakan pembalut praktis yang dijual di pasaran dan hanya bisa digunakan untuk sekali pemakaian saja, setelah itu dibuang.

Jika tidak, pembalut yang telah digunakan selama dua jam, akan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan organ reproduksi kewanitaan. Selain berdampak negatif pada organ wanita, pembalut praktis juga akan berdampak pada lingkungan, karena sangat sulit terurai.

Menjawab masalah tersebut, Jurusan Dakwah dan Komunikasi Islam, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, menawarkan solusi yang dinilai cukup efektif bagi wanita. Selain ramah lingkungan juga hemat biaya, bahkan bernilai ekonomis.

Dalam pelatihan dengan tema ”Peka Terhadap Lingkungan” yang berlangsung selama dua hari, 25-26 Agustus 2019 di Aula STAIN setempat. Sebagai pemateri dihadirkan Siti Aminah, salah satu Dosen Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) pada Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Pada kegiatan tersebut, tidak hanya diberikan pemahaman tentang bahaya dan dampak penggunaan pembalut praktis sekali pakai. Namun mahasiswa yang menjadi peserta juga diajarkan cara mengelola bahan sederhana yang mudah didapatkan menjadi pembalut wanita.

”Pembalut wanita ini terbuat dari kain anti bocor nomor 0.25, sejenis parasut. Hasilnya sangat ekonomis, bisa dipakai berulang-ulang, pastinya sangat ramah terhadap lingkungan,” ujar Siti Aminah.

Memang agak sedikit asing, namun dengan menggunakan pembalut berbahan dasar kain, dapat mencegah dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan. Karena biasanya, dalam selembar pembalut terkandung banyak bahan senyawa di dalamnya.

Dengan demikian, dosen asal UIN Sunan Kalijaga itu, mengajak para peserta beralih menggunakan pembalut berbahan dasar kain.

Pertama, para peserta diberi pemahaman tentang manfaat dan metode pembuatan pembalut bahan dasar kain. Selain diajarkan teori, para peserta yang telah dibagi menjadi beberapa kelompok, juga mempraktekkan proses pembuatannya.

Bahan yang digunakan seperti, kain katun, parasut, gunting, mesin jahit, dan perlengkapan lainnya. Setelah itu, peserta pun diajarkan dari pembuatan pola pembalut kain, hingga pada proses penjahitannya.

“Hal ini diharapkan dapat diimplementasikan dari diri sendiri dulu, kemudian dapat pula ditularkan kepada teman-teman lain, sehingga kita bisa mengurangi penggunakan senyawa apapun yang digunakan dalam pembalut pabrikan yang membahayakan organ vital, dan ini juga ramah lingkungan,” terangnya.

Aminah juga berharap, mahasiswa STAIN bisa menjadi motor penggerak perubahan untuk bisa mengajak masyarakat mengurangi sampah pembalut praktis, dengan menggunakan pembalut kain yang ramah lingkungan.

Sementara itu, Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Inayatillah mengatakan, hal tersebut merupakan ajakan massal bagi masyarakat untuk kembali kepada bahan alami. Dalam lima tahun terakhir hal itu kerap dikampanyekan demi menjaga keberlangsungan lingkungan hidup.

“Sebenarnya isu terkait back to nature atau kembali kepada hal-hal yang alami itu memang sudah terdengar sejak lima tahun lalu. Hanya saja, dalam segi penerapan masih sangat kurang. Padahal, jika diperhatikan memang sudah sepantasnya kita kembali kepada yang natural,” ujarnya.

Dikatakannya, mayoritas perempuan saat ini begitu kecanduan terhadap pembalut praktis. Sadar atau tidaknya, mereka yang memakai produk pabrikan itu secara tidak langsung mendukung terhadap penumpukan sampah yang tidak bisa didaur ulang.

“Saat ini mayoritas dari perempuan memang selalu menggunakan pembalut wanita yang praktis, sehingga tanpa kita sadari sampah yang pembalut semakin hari semakin menumpuk tanpa ada pengolahan nya lagi,” tutup Inayatillah.[]

 

WARTAWAN : SITI AISYAH

EDITOR : RAHMAT TRISNAMAL

3 thoughts on “Stop Gunakan Pembalut Pabrikan

  1. Terima kasih STAIN Meulaboh..mhn dicwrmati lagi…bahan yg kami gunakan dlm pembalut kain ataupun dlm pelatihan ini BUKAN JAS Hujan BEKAS…tapi kain anti bocor no 0.25 sejenis parasit. Kami bawa dari jogja..kainnya bukan bekas ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *