Lulusan FEBI Harus Mampu Baca Tanda-tanda Perubahan Zaman

oleh -25 views
Yudisium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Kamis 22 Agustus 2019. Foto: (BASAJAN.NET/NAT RIWAT).

BASAJAN.Net, Banda Aceh- Lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, diharapkan mampu membaca tanda-tanda perubahan zaman yang begitu cepat. Terlebih pada era revolusi industri 4.0.

“Dimana penguasaan informasi sebagai basic homebase nya menjadi signifikan disertai perubahan yang diinginkan harus disikapi dengan bijaksana,” ujar Dekan FEBI UIN Ar-Raniry, Zaki Fuad, pada yudisium semester genap tahun akademik 2018/2019, di Auditorium Prof Ali Hasjmy UIN Ar-Raniry, Kamis, 22 Agustus 2019.

Zaki Fuad mengatakan, pemahaman mendalam dan memadai terhadap kaidah-kaidah dasar Ushul Fikh menjadi tantangan tersendiri bagi alumni FEBI UIN Ar-Raniry, sehingga menjadi sebuah distingsi dengan sarjana ekonomi lainnya.

Ia menyebutkan, pemerintah telah menetapkan 16 subsektor usaha ekonomi kreatif, yang disering disebut BEKRAF, yakni aplikasi dan pengembangan mainan, arsitektur, desain produk, gashion, fesain interior, desain komunikasi visual, seni pertunjukan, fotografi. Selanjutnya film, animasi, video, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni rupa, serta televisi dan radio.

Zaki berharap, lulusan FEBI dapat memilih peluang-peluang usaha dari subsektor yang telah ditetapkan oleh pemerintah tersebut, sesuai dengan minat dan visi hidup masing-masing.

“Jadilah sarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnia Islam yang salih spiritual dan salih secara sosial,” tutup Zaki. 

Wakil Dekan bidang Akademik dan Kelembagaan, Hafas Furqani menyebutkan, peserta yudisium pada semester genap tahun akademik 2018/2019 berjumlah 315 lulusan. Terdiri dari 102 laki-laki dan 213 perempuan. Ini  jumlah terbanyak sejak FEBI dibuka pada 2014 lalu.

Ia merincikan, sebanyak 315 lulusan tersebut terdiri dari empat program studi di FEBI UIN Ar-Raniry, yaitu prodi D-III Perbankan Syariah 140 orang, prodi S1 Ekonomi Syariah 78 orang, prodi S1 Perbankan Syariah 88 orang dan prodi S1 Ilmu Ekonomi sebanyak Sembilan orang.

Berdasarkan peringkat kelulusan, dari 315 lulusan yang meraih predikat Istimewa sebanyak 163 orang atau 51.75 persen, Baik Sekali 124 orang atau 39.37 persen, predikat Baik 26 orang atau 8.25 persen dan predikat Cukup hanya 2 orang atau 0.63 persen.

Pada kesempatan tersebut juga diisi orasi ilmiah yang disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Industri Menengah dan Aneka Aceh, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Munarwansyah, dengan tema Wirausaha Industri. []

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *