Kuala Bubon Akan Jadi Sentra Pengolahan Ikan Berbasis Teknologi

oleh -18 views
Dosen Unsyiah bersama masyarakat Kuala Bubon, melihat proses pengeringan ikan dengan teknologi Pengering Efek Rumah Kaca (ERK) Vertical Dryer, Jum'at, 23 Agustus 2019. Foto: (BASAJAN.NET/NURUL FAHMI).

BASAJAN.Net, Meulaboh- Teknik Pertanian Unsyiah, berkolaborasi dengan Universitas Teuku Umar dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, meluncurkan program Kemitraan Masyarakat (PKW) di Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Jumat 23 Agustus 2019. Program ini dimaksudkan untuk menjadikan Gampong Kuala Bubon sebagai sentra produksi hasil ikan berbasis ekonomi kerakyatan.

Ketua PKW Unsyiah Diswandi Nurba mengatakan, program tersebut merupakan lanjutan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang pernah dilaksanakan tahun 2016 lalu. Hanya saja, konsep saat ini lebih disingkronisasi dengan program RPJMD Aceh Barat.

“Hal ini dimaksudkan agar pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Perdagangan, akan ikut mendukung kegiatan lewat program dan anggaran melalui APBK di tahun 2019 dan 2020 mendatang,” ujar Diswandi.

Diswandi menyebutkan, kegiatan yang dilakukan PKW nantinya meliputi, aplikasi teknologi tepat guna berupa alat Pengering Efek Rumah Kaca (ERK) Vertical Dryer dengan skala usaha yang dapat mengakomidir peningkatan kuantitas dan kualitas produksi masyarakat. Pembinaan dan manajemen usaha, serta pendampingan, sehingga masyarakat memiliki manajemen usaha yang baik dan kontinyu. Perluasan jaringan pasar dan pemenuhan permintaan pasar yang sesuai standar. Penanganan sampah di gampong untuk mewujudkan gampong yang bersih dan sehat.

Ia menjelaskan, tujuan PKW ini secara garis besar untuk menjawab dua permasalahan sesuai dengan dua target kewilayahan yang diangkat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Aceh Barat yaitu, membangun ekonomi kerakyatan berbasis sumber daya alam daerah, dan mewujudkan zona ketahanan pangan. 

“Hal ini selaras dengan kondisi di wilayah Kuala Bubon, yang memiliki permasalahan dalam pengolahan hasil ikan yang masih harus ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya, serta permasalahan perluasan dan peningkatan taraf ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Teuku Umar Mursyidin mengatakan, sebagai perguruan tinggi mitra yang berada dekat dengan lokasi kegiatan, akan menyiapkan SDM dosen dan mahasiswa yang konsen di bidang pemberdayaan masyarakat, terkait pengolahan dan pemasaran hasil ikan. 

“Kami menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan yang dilakukan Unsyiah di Kuala Bubon,” ungkapnya.

Disamping itu, kata Mursyidin, UTU juga memiliki Inkubator Bisnis Terpadu (IBT) yang siap menampung dan mendistribusikan hasil-hasil pengolahan masyarakat, baik melalui internet marketing maupun jaringan pasar antar wilayah. 

Ia berharap, kemitraan Unsyiah, UTU dan Pemkab Aceh Barat ini akan terus berlanjut, sehingga dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kepala Dinas Perdagangan Aceh Barat, Bismi mengatakan, pihaknya siap mendukung kegiatan PKW tersebut. Menurutnya, usaha mikro pengolahan ikan yang ada di Kuala Bubon merupakan leading sector perindustrian dan perdagangan di Aceh Barat. 

Bismi mengaku, pihaknya telah memulai langkah-langkah yang tepat dan terukur, dan telah menyiapkan draft program dan anggaran bersama Unsyiah dan UTU untuk dibahas dalam pembahasan RAPBK nanti. 

“Peluang-peluang tetap ada, apalagi kegiatan ini menyentuh langsung RPJMD,” ujarnya.

Launching dan sosialisasi program Kemitraan Masyarakat (PKW) turut dihadiri Kabid. Industri Arisman, Ketua dan Staf IBT UTU Hafinuddin dan Dedi Darmansyah, dosen Unsyiah sekaligus tenaga ahli PKW Rahmad Fadhil, Syafriandi dan Mustaqimah. Aparatur Gampong Kuala Bubon, kelompok usaha pengolahan ikan Kareung Boh Gadong dan Aron Meubanja, dengan peserta 45 orang.[]

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *