Industri 4.0 Akan Ubah Cara Kerja Sektor Pertanian

oleh -27 views
Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah saat menjadi Keynote Speaker pada International Conference on Agricultural Technology, Engineering, and Environmental Sciences (ICATES), di Hotel Oasis Atjeh, Banda Aceh, Rabu 21 Agustus 2019. Foto: (BASAJAN.NET/ISTIMEWA).

BASAJAN.Net, Banda Aceh- Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyampaikan, revolusi industri 4.0 saat ini merupakan topik yang menarik untuk dibahas. Baik dalam perspektif akademik maupun praktis.

“Inter konektivitas melalui internet of thing (IoT), tentu saja akan mengubah cara kerja sesuai dengan adopsi teknologi digital disegala bidang, termasuk bidang pertanian,” ujar Nova saat menjadi Keynote Speaker pada International Conference on Agricultural Technology, Engineering, and Environmental Sciences (ICATES), di Hotel Oasis Atjeh, Banda Aceh, Rabu 21 Agustus 2019.

Menurut Nova, teknologi pertanian harus dikembangkan secara sistematis untuk pengembangan produk-produk baru dan juga mengisi kesenjangan pada petani, sehingga dapat memunculkan generasi pertanian baru yang modern.

Konferensi internasional tersebut terlaksana berkat kerjasama Teknik Pertanian Unsyiah dengan Universiti Malaysia Pahang. Kegiatan yang berlangsung hingga 23 Agustus 2019 tersebut diikuti oleh peserta dari akademisi, professional dan praktisi dari berbagai negara, diantaranya Indonesia, Malaysia, Thailand, China, Iraq, Nigeria dan Rusia. 

Sementara itu, Rektor Unsyiah Samsul Rizal, dalam sambutannya menyatakan, ICATES merupakan even yang tepat untuk meningkatkan pengetahuan dan perspektif dalam pengembangan teknologi dan sains, serta jaringan ilmiah antar universitas dari berbagai negara. Terlebih, pada tahapan era revolusi industri 4.0, akan sangat banyak aspek kehidupan yang terkait dengan teknik dan sains.

“Namun harus tetap memperhatikan pertanian dan lingkungan,” ujar Samsul, mengingatkan.

Ia berharap, ICATES terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya, sehingga hubungan yang terjalin akan mampu meningkatkan profesionalisme dosen, peneliti dan praktisi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga buah karyanya akan dapat dirasakan manfaat oleh masyarakat. 

Ketua Jurusan Teknik Pertanian Unsyiah, Ichwana mengatakan, kegiatan tersebut merupakan yang perdana dilakukan bersama Universiti Malaysia Pahang, untuk membahas peran strategis teknik pertanian dalam pengembangan dan pembangunan.

“Sekarang semua proses produksi dari hulu ke hilir telah dikerjakan dengan menggunakan teknologi dan saat ini telah masuk ke tahap digitalisasi. Kalau kita tidak mengikuti perkembangan, maka pasti akan tertinggal dengan negara-negara maju,” ungkap Ichwana.

Konferensi ini diikuti 102 presenter dan 113 partisipan. Forum ICATES dimulai dengan Keynote Speech yang disampaikan oleh Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah dengan topik Sustainable And Proper Technologies Towards Agriculture Era 4.0. 

Dilanjutkan dengan Invited Speakers, Elke Pawelzik (Georg-August-Universität Göttingen, Germany), Simon Badcock (Sustainable Land /Senior Terrestrial Program Advisor Conservation International, Australia). Ramadhansyah Putra Jaya, dari Faculty of Civil Engineering & Earth Resources, Universiti Malaysia Pahang, Jundika Candra Kurnia (Universiti Teknologi Petronas, Malaysia), Sigit Supadmo Arif, dari Universitas Gadjah Mada, dan Desrial dari Indonesian Society of Agricultural Engineering, PERTETA.[]

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *