Azhari Cage Kembali Komandoi Pertina Aceh

oleh -18 views

BASAJAN.Net, Banda Aceh – Azhari, atau yang akrab disapa Azhari Cage kembali mengomandoi Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Aceh, masa bakti 2019-2023. Hal tersebut merupakan hasil musyawarah olahraga provinsi (Musprov) Pertina Aceh tahun 2019.

Musyawarah yang digelar sejak 22-23 Agustus 2019 tersebut dibuka oleh Wakil Ketua PB Pertina Bidang Organisasi, Muhammad Muas di Banda Aceh, Kamis 22 Agustus 2019. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh 17 Pengurus Cabang (Pengcab) se-Aceh.

Pada musyawarah tersebut, sebanyak 12 Pengcab yang hadir, memberikan dukungan secara penuh kepada Azhari Cage untuk memimpin Pertina Aceh yang saat ini sudah terbentuk Pengcab di 22 kabupaten/kota.

“Terimakasih atas kepercayaan kedua kali yang diberikan kepada saya. Komitmen kita, meskipun dengan anggaran terbatas, saya akan mengupayakan agar seluruh atlet yang telah dipersiapkan untuk ajang Porwil X Bengkulu dapat diberangkatkan semua,” kata Azhari dalam sambutannya usai ditetapkan secara aklamasi.

Azhari menyampaikan, Ia berjanji akan memberikan bonus umrah kepada para atlet yang berhasil meraih medali emas di ajang Porwil X Bengkulu.

“Pada pelantikan nanti, kita juga akan melaksanakan kejuaraan untuk para petinju junior se-Aceh dan dari provinsi-provinsi lain,” ucapnya.

Sementara itu Wakil Ketua I KONI Aceh, Dahlan berharap agar Musprov Pertina tahun 2019 tidak hanya menjadi ajang pemilihan Ketua Umum semata, tapi juga menjadi momentum untuk membangkitkan kembali prestasi tinju amatir Aceh.

“Seperti kita ketahui, di masa-masa sebelumnya Pertina Aceh pernah mencapai masa kejayaan,” kata Dahlan.

Dahlan menyebutkan nama petinju Aceh yang sukses meraih prestasi baik level nasional dan internasional. Mereka antaralain, Kapten Hero Lubis, Karno Lubis, Tarmizi, Ahmad Kobing, Ahmad Urip, H Momon Marzani, Donald Yoga, Syamsuddin Piah, Rahman Boga, Azadin Anhar, Marwan Mulieng, Faisal, Bentoel Nurmansyah, Ferdinald Kamal, Suryadi, dan Afdhan Batila

Dahlan mengatakan, KONI dan rakyat Aceh menyandangkan harapan kepada Pertina Aceh untuk melahirkan nama-nama baru yang akan mengharumkan nama Aceh di masa mendatang.

“Apalagi di tahun 2024 Aceh akan menjadi tuan rumah PON XXI bersama Sumut,” kata Dahlan, sembari mengingatkan.

Selain itu, Muhammad Muas mengingatkan, pengurus provinsi adalah unit pelaksana dari pusat. Karena itu, pengurus provinsi wajib mentaati setiap aturan yang telah diatur dalam ad/art PB Pertina.

“Sebagai pengurus, kerja kita bukan mengurus diri sendiri, tapi mengurus para atlet. Pengurus bisa saja bubar, tapi atlet tidak. Kalau atlet mengurusi organisasi, organisasi bisa hancur. Pertina Aceh perlu menjaga kolektivitas dengan baik,” kata Muhammad Muas.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *