Generasi Belia Bulu Tangkis Aceh Barat

oleh -13 views
Atlet bulu tangkis binaan PB Teuku Umar, Syakira melawan Alvira Thalita Lani, atlet binaan Angsapura Medan, kategori tunggal usia dini putri, pada turnamen Mifa Cup di Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Aceh Barat, Sabu 29 Juni 2019. (BASAJAN.NET/SITI AISYAH).

BASAJAN.Net, Meulaboh- Gadis belia itu begitu lincah dan cekatan menangkis tiap smes dari lawannya. Ia terlihat santai, sesekali mengecoh lawannya dengan mengarahkan kok ke kiri dan kanan.

Namanya Firza Syakira Chan, umur sembilan tahun. Hari itu, Sabtu 29 Juni 2019, ia sedang melakoni pertandingan final bulu tangkis Piala Mifa Cup.

Syakira bermain pada kategori tunggal usia dini putri. Lawannya, Alvira Thalita Lani, atlet binaan Angsapura Medan. Pada pertandingan itu, Syakira berhasil keluar sebagai juara dengan skor akhir 21:17.

Pertandingan yang berlangsung di Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Aceh Barat itu, riuh sorak penonton. Syakira merupakan atlet bulu tangkis binaan PB Teuku Umar, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat.

“Juara ini berkat doa dan support dari pelatih, latihan juga. Jika ada kesempatan, saya siap ikut turnamen lagi,” ucap Syakira semangat.

Syakira. Foto: BASAJAN.NET/SITI AISYAH

Selain Syakira, PB Teuku Umar juga berhasil meraih juara pertama kategori tunggal usia dini putra. Pada kategori ini, Yudha Gustisyah, 11 tahun, berhasil mengalahkan atlet utusan Angsapura Medan, Muhammad Alfahrezi.

Meski sempat kewalahan, Yudha akhirnya mampu membukukan kemenangan dengan skor 21:14, 19:21 dan 21:19.

“Alhamdulillah, berkat dukungan keluarga dan penonton, akhirnya bisa meraih juara,” ujar Yudha.

Bagi Yudha, ini bukan kali pertama ia meraih prestasi pada kejuaraan bulu tangkis. Sebelumnya, siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 14 Meulaboh ini, juga pernah mendapatkan Juara 2 dan 3 pada kejuaraan tingkat nasional.

“Saya latihan setiap hari, pagi dan sore, kecuali  Minggu,” sambungnya.

Yudha Gustisyah. Foto: BASAJAN.NET/SITI AISYAH

Ketua panitia pelaksana Mifa Cup, Heri Basuki menyampaikan, turnamen bulu tangkis tersebut merupakan kali pertama dilaksanakan. Ke depan pihaknya berupaya menjadikannya agenda tahunan, sehingga menjadi penyemangat bagi  putra/putri di Aceh Barat.

“Kalau tempatnya, saya pastikan tetap pada lokasi semula (Aceh Barat-red), karena ini wilayah tempat kami bekerja,” kata Heri kepada wartawan.

Di samping itu, Heri merasa bangga dengan prestasi yang berhasil diraih putra putri Aceh pada Mifa Cup tahun 2019. Khususnya atlet binaan PB Teuku Umar Aceh Barat, yang menampilkan bakatnya di hadapan para penonton dari berbagai daerah.

“Hal tersebut tentu menjadi bekal mereka untuk bisa bertarung hingga ke kancah Nasional,” lanjutnya.[]

 

WARTAWAN: SITI AISYAH

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *