Matahari Lintasi Ka’bah, Saatnya Umat Islam Perbaiki Arah Kiblat

oleh -9 views
Ka'bah, kiblat umat Muslim (Foto: Wikimedia Commons)

BASAJAN.Net, Banda Aceh-  Berdasarkan data astronomi, matahari akan melintas tepat di atas Ka’bah pada Selasa, 28 Mei 2019 paada pukul 16.18 Wib. Hal tersebut menyebabkan bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus, di mana saja, akan mengarah lurus ke Ka’bah.

Peristiwa alam yang terjadi dua kali dalam setahun itu, 28 Mei dan 16 Juli, dikenal dengan nama Istiwa A’dham atau Rashdul Kiblat. Yaitu, ketentuan waktu dimana bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjuk arah kiblat. Hal ini memungkinkan umat Islam untuk memperbaiki arah kiblat.

Kakanwil Kemenag Aceh M. Daud Pakeh, mengajak masyarakat untuk memperbaiki dan mengecek kembali arah kiblat. Baik di rumah, balai, meunasah, masjid maupun tempat umum lainnya.

Menurut Daud Pakeh, rashdul kiblat ini sangat tepat dan simpel untuk mengecek kembali arah kiblat. Pengukurannya cukup menggunakan tiang tegak lurus yang disinari cahaya matahari pada sore hari ketika rahsdul kiblat.

“Dalam tahun 2019, selain 28 Mei, peristiwa Rashdul Qiblat juga akan terjadi pada tanggal 16 Juli 2019 pukul 16:28 Wib,” ujar Daud Pakeh, seperti dilansir portal Kemenag Aceh, Ahad 26 Mei 2019.

Sumber: Kemenag Aceh

Sementara itu, Tim Badan Hisab Rukyat (BHR) Kanwil Kemenag Aceh, Suhrawardi Ilyas  menjelaskan, berdasarkan tinjauan astronomis atau ilmu falak, terdapat beberapa teknik yang dapat digunakan untuk meluruskan arah kiblat. Seperti menggunakan kompas, theodolit, serta fenomena posisi matahari melintas tepat di atas ka’bah yang dikenal dengan istilah istiwa a’zam atau rashdul kiblat.

Bagi masyarakat yang ingin memverifikasi kesesuaian arah kiblat, dapat dilakukan dengan beberapa langkah.

Pertama, pastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus atau pergunakan lot/bandul. Kedua, permukaan dasar harus betul-betul datar dan rata. Ketiga, jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG, RRI, atau Telkom.

Jika ketiga tahapan itu sudah dilakukan, maka bayangan benda yang digunakan untuk memverifikasi itu akan mengarah ke Ka’bah.

Suhrawardi mengatakan, pengamatan posisi matahari atau bayangan matahari dapat dilakukan dalam interval waktu 2 menit, yaitu mulai pukul 16:27 Wib s.d 16:29 WIB pada tanggal 28 Mei 219, dengan angka kesalahan arah kiblat dibawah 1/10 dearajat.

“Sedangkan pada tahun 2020, merupakan tahun kabisat, bertambahnya satu hari di bulan Februari (29 hari) sehingga membuat jadwal matahari di atas Ka’bah bergeser menjadi tanggal 27 Mei pada jam yang sama dengan tanggal 28 Mei tahun ini,” jelasnya.[]

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *