Tak Dapat Undangan Memilih, Ratusan Warga Sumber Bakti Tetap Antusias ke TPS

oleh -59 views
Warga Desa Makarti Jaya-Sumber Bakti, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, nama mereka dalam DPT Pemilu serentak, Rabu 17 April 2019. Foto: (BASAJAN.Net/SITI AISYAH).

BASAJAN.Net, Nagan Raya- Ratusan warga Desa Makarti Jaya-Sumber Bakti, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, mengaku tak dapat undangan memilih. Meski begitu, mereka tetap antusias datang dan mengantri di Tempat Pemungutan Suara (TPS) setempat, Rabu 17 April 2019.

Pantauan wartawan Basajan di lapangan, antrian warga masih terlihat hingga pukul 14.00.

“Satu suara untuk menentukan Indonesia juga. Apalagi saat ini kita memilih lima wakil rakyat, jadi kalau kita golput rugi besar,” ujar Jumiati (24), warga Sumber Bakti.

Ibu satu anak ini mengaku, meski tak mendapat undangan memilih dari petugas, ia tetap ke TPS untuk memberikan hak suaranya.

Warga Desa Makarti Jaya-Sumber Bakti, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, yang tak terdata dalam DPT mengantri untuk memberikan hak suara pada Pemilu serentak, Rabu 17 April 2019. Foto: (BASAJAN.Net/SITI AISYAH).

 

Tak hanya Jumiati, hal yang sama juga dialami Irma Komalasari, warga lainnya. Bahkan dalam keluarganya, tak ada satupun yang mendapat undangan memilih. Padahal, sebelumnya ia pernah menjadi Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada pemilihan Bupati Nagan Raya tahun 2017.

“Saya sangat menyayangkan kejadian seperti ini,  karena saya warga yang sudah terdaftar di DPT, tapi tidak mendapatkan undangan,” sesalnya.

Meski harus mengantri lama, Irma tetap setia menunggu untuk bisa memberikan hak suaranya. “Harus tetap memilih, karena ini hak kami,” tegasnya.

Sementara itu, anggota PPS Makarti Jaya menjelaskan, pihaknya telah melakukan pendataan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Namun ia mengaku tak tahu perihal banyaknya warga yang tidak mendapatkan undangan.

“Data kemarin memang sudah di sensus. Tapi untuk kejadian seperti ini saya tidak terlalu paham juga,” ungkapnya.

Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Muhammad Isa menjelaskan, untuk warga yang tidak mendapatkan undangan bisa memilih dengan menggunakan E-KTP atau membawa Kartu Keluarga (KK).

“Jadi ini tidak perlu dipermasalahkan. Intinya mereka semua mendapatkan hak suara,” kata Isa.[]

 

WARTAWAN: SITI AISYAH

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *