Bahasa Mandarin Menjadi Bahasa Dakwah

oleh -47 views

BASAJAN.Net, Banda Aceh – Direktur Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin (BKPBM) Aceh, Abdul Rani Usman mengatakan bahwa bahasa mandarin saat ini yang merupakan penutur terbanyak di dunia telah menjadi bahasa dakwah.

Hal tersebut disampaikan A. Rani di sekretariat BKPBM Aceh, Tungkop Aceh Besar, Selasa, 23 April 2019 saat memantau proses pelatihan bahasa mandarin bagi calon mahasiswa yang akan melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi di Tiongkok.

“Petutur bahasa mandarin saat ini mencapai 1,35 milyar di seluruh negeri Tiongkok, ditambah dengan penutur lainnya di seluruh dunia. Sebab itu, bahasa mandarin dicatat sebagai bahasa penutur terbanyak di dunia yang termasuk dalam bahasa PBB,” ujarnya.

Rani menambahkan, dengan menguasai bahasa mandarin, para akademisi dan pendakwah akan menguasai tentang ekonomi dan politik dunia serta dapat melakukan dakwah secara global.

“Kita melihat dari peradaban Arab zaman dahulu juga melakukan dakwah hingga ke negeri Cina. Rasulullah telah melakukan dakwah hingga ke Tiongkok,” kata Rani.

A Rani Usman menambahkan, bahwa putra-putri Aceh seharusnya memanfaatkan peluang untuk mempelajari bahasa mandarin, dengan menguasai bahasa tersebut maka akan menguasai banyak hal, terutama bidang ekonomi. Banyak mahasiswa asal Aceh yang belajar di Tiongkok dan mereka telah membentuk komunitas Cakradonya, sebagai wadah berhimpun pelajar Indonesia-Aceh.

Sejak didirikan pada 2011 silam, BKPBM Aceh telah merekomendasi sekitar 80 orang ke berbagai kampus besar di Tiongkok dan sebanyak 20 orang telah lulus dan saat ini mereka mengabdi di Aceh.

Menurut Rani Usman, pada Februari 2019 lalu, BKPBM telah melakukan kerja sama dengan BPSDM Aceh dalam rangka mengadakan diklat bahasa asing, diantaranya bahasa mandarin dan inggris.

Lebih lanjut kata Rani, Pemerintah Aceh akan melaksanakan diklat bahasa mandarin pada Agustus 2019 mendatang, dalam rangka mengirim putra-putri Aceh melanjutkan kuliah di berbagai perguruan tinggi di Tiongkok, kerja sama dengan BKPBM Aceh untuk melaksanakan pelatihan dasar bahasa mandarin sebagai modal berbahasa.

“Program tersebut untuk angkatan pertama selama tiga bulan dan telah berjalan selama 20 hari, jumlah peserta yang mengikuti program angkatan pertama berjumlah 122 peserta, terdiri dari 47 orang kelas bahasa mandarin dan 75 untuk kelas bahasa inggris,” kata Dia.

Menurut Rani, tutor dan pemateri pada program tersebut merupakan alumni dari berbagai kampus di Tiongkok, Amerika dan beberapa Negara lainnya. Bagi yang tertarik dengan bahasa mandarin, BKPBM akan membuka pelatihan gelombang selanjutnya, BKPBM Aceh membuka kesempatan. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi langsung pada +6285257141749.[]

 

EDITOR : RAHMAT TRISNAMAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *