Tanamkan Cinta Al-quran dengan MTQ

oleh -58 views

Blang Pidie – Kecintaan terhadap al-quran dan penanaman nilai-nilai keislaman harus dilakukan sejak dini. Agar kelak, generasi muda tak hilang arah dan terombang-ambing dalam kehidupan.

Demikian disampaikan Nurhayati, pada penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), yang dilaksanakan mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, Sabtu 29 April 2017, malam.

Loading...

Nurhayati selaku ketua panitia mengatakan, MTQ yang dilaksanan di Gampong Panto Cut, Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya tersebut, bertujuan untuk meningkatkan ukhwah masyarakat.

“Serta untuk mencari generasi penerus Islam di Gampong Panto Cut,” ungkapnya.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut, diikuti puluhan anak-anak dan remaja setempat.

Acara malam puncak yang dihadiri ratusan masyakarat, juga diiringi dengan ceramah agama dalam rangka Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, yang disampaikan Teungku Ismail dari Labuhan Haji.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan ini. Terutama kepada warga Gampong Panto Cut, yang telah membantu kami dari pembukaan sampai berakhirnya serangkaian acara MTQ ini,” ujar Nurhayati dalam sambutannya.

Keucik Gampong Panto Cut, Saiba menyampaikan, pihaknya dan masyarakat sangat berterimakasih atas kehadiran mahasiswa KPM STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh. Kehadiran mereka sangat membantu kegiatan-kegiatan di gampong.

“Seperti acara malam ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kita sebagai umat Islam tidak boleh lupa terhadap sejarah Nabi. Perlombaan ini untuk memacu meningkatkan kemampuan anak-anak di desa ini,” jelas Saiba.

MTQ merupakan program yang dilaksanakan secara khusus oleh mahasiswa KPM STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, untuk meningkatkan minat baca generasi muda terhadap al-quran.

Tahun ini STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh menempatkan 162 mahasiswa KPM di Kecamatan Babah Rot dan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Terhitung sejak 6 April 2017 hingga 15 Mei 2017.[]

Editor: Junaidi Mulieng

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *