159 PTT Aceh Barat Terima SK

oleh -239 views

Meulaboh- Sebanyak 159 Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kabupaten Aceh Barat, menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) oleh kepala daerah setempat.

“Saya berharap, pengangkatan CPNS ini menjadi motivasi diri untuk bekerja lebih profesional,” kata Bupati Aceh Barat, H T Alaidinsyah, disela-sela penyerahan SK kepada 140 bidan dan enam dokter PTT serta 13 penyuluh pertanian, Senin 2 Oktober 2017.

Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan penyerahan SK kenaikan pangkat 337 aparatur sipil negara (ASN) pada upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2017, di halaman Kantor Bupati Aceh Barat.

Alaidinsyah memberi apresiasi semangat dan keberanian, terutama tenaga bidan dan dokter PTT yang selama ini melayani masyarakat di daerah terpencil.

Ia mengatakan, pegangkatan formasi dokter/bidan PTT kesehatan tersebut didasari atas kebutuhan tenaga kesehatan di daerah itu.

“Perlu dipahami pegangkatan formasi kesehatan ini menjadi CPNS didasari atas kebutuhan untuk melayani masyarakat, terutama yang berada di daerah yang jauh dari wilayah Kota Meulaboh, pusat ibu kota kabupaten,” sebutnya.

Kepada CPNS yang diangkat dari penyuluh pertanian diharapkan, agar benar-benar mengabdikan diri sepenuhnya kepada Pemkab Aceh Barat dan dapat memberikan kontribusi terbaik untuk memajukan sektor pertanian.

Lebih lanjut dikatakan, penyuluh pertanian adalah garda terdepan pemerintah di lapangan, untuk mensejahterakan petani pada wilayah kerja penyuluh pertanian (WKPP). Karena itu, ia meminta seluruh penyuluh untuk fokus dan menetap pada tempat kerja sesuai SK yang diterima.

Alaidinsyah juga mengingatkan, dalam bekerja PTT harus memenuhi ketentuan, kewajiban dan larangan sebagai PNS sesuai PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil, serta melaksanakan kinerja mengacu pada PP No 46 tahun 2011 tentang prestasi kerja.

“Kami juga mengharapkan agar CPNS tidak terpengaruh dengan hal-hal tidak baik. Hindari perbuatan yang bertentangan dengan aturan dan hukum. Kami minta juga bidan dan dokter PTT serta penyuluh menetap di tempat kerja,” harapnya.[]

Sumber: Antara

Editor: Junaidi Mulieng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *