STAIN Meulaboh Upayakan Akselerasi Guru Besar

STAIN Meulaboh Upayakan Akselerasi Guru Besar
Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Inayatillah (kanan) menerima memori pembangunan kampus dari ketua sebelumnya, Syamsuar, Senin 4 Februari 2019, di aula kampus setempat.

BASAJAN.Net, Meulaboh- Untuk mewujudkan sumber daya manusia berdaya saing, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh akan mengupayakan akselerasi doktor menuju guru besar. Di samping juga terus mendorong para dosen untuk mengikuti pelatihan dan melakukan riset yang berkualitas.

“Nanti akan kita seleksi doktor-doktor yang ada di STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh untuk dibantu proses guru besar melalui proses akselerasi,” ujar Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, Inayatillah, Senin 4 Februari 2019.

Hal tersebut disampaikan Inayatillah pada saat lepas sambut ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, di aula kampus setempat. Inayatillah menjabat sejak 7 Januari 2019, menggantikan ketua sebelumnya, Syamsuar.

BACA JUGA: LEPAS SAMBUT KETUA STAIN DAN HARAPAN JADI IAIN

 

Di hadapan para dosen, mahasiswa dan tamu undangan, Inayatillah menekankan pentingnya peningkatan sumber daya manusia dalam mengembangkan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh menjadi kampus berkualitas dan berdaya saing secara nasional dan internasional.

Ia menyampaikan, dosen merupakan unsur terpenting dalam membentuk sumber daya manusia berkualitas. Pendidikan bukan hanya sebatas tranfer knowledge.

“Jika hanya tranfer pengetahuan, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh dan kampus-kampus yang lain telah selesai, karena hari ini semua pengetahuan bisa diakses dengan mudah di internet,” katanya.

Menurutnya, di era sekarang ini, selain harus memiliki standar pendidikan S2 dan S3, dosen wajib memiliki kreativitas dan inovasi. Hal tersebut diperlukan, agar dosen mampu membangkitkan minat dan bakat mahasiswa.

“Dosen juga dituntut untuk melakukan riset dan pengabdian, sebagaimana telah tercatut dalam tridarma perguruan tinggi,” ungkapnya.

Keinginan tersebut mendapat respon positif dari masyarakat kampus.

Ketua Panitia Pelaksana lepas sambut, sekaligus perwakilan dosen, Arif Idris mengatakan, pergantian pimpinan dalam suatu lembaga merupakan hal yang lazim. Namun hal tersebut tidak akan merubah cita-cita kampus untuk menjadi lebih maju di masa mendatang.

“Terlebih perubahan status STAIN menjadi IAIN tinggal menunggu waktu,” terangnya.

Atas nama dosen dan staf, Arif berharap, ketua baru mampu membawa perubahan yang signifikan untuk memajukan kampus.[]

 

EDITOR: JUNAIDI MULIENG

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan