Basajan Beri Pelatihan Fotografi Bagi Anak Muda Aceh Barat

Basajan Beri Pelatihan Fotografi Bagi Anak Muda Aceh Barat

BASAJAN.Net, Meulaboh- Basajan Creative School (BCS) mengadakan pelatihan fotografi jurnalistik bagi anak muda Aceh Barat. Kegiatan yang berlangsung 19-20 November 2018, di Sekretariat Basajan tersebut, diikuti 15 peserta dari berbagai unsur.

Kegiatan ini hasil kerjasama Basajan dengan Sedekah Profesi Aceh. Menghadirkan gotografer senior sekaligus koordinator Sedekah Profesi Indonesia, Tarmizy Harva, sebagai pemateri tunggal, dengan tema Masa Depan Foto Jurnalistik.

Dalam paparannya, Tarmizy Harva yang telah malang melintang di dunia fotografi mengungkapkan, seseorang yang mempelajari fotografi, terutama foto jurnalistik, tak harus menjadi fotografer. Setidaknya dengan modal ilmu yang cukup, seseorang bisa memilih mana foto bagus, mana yang tidak.

Bahkan beberapa editor foto di media massa, kata Tarmizy, tidak memiliki pengalaman sebagai forografer. Tapi mereka bisa menentukan setiap foto yang layak untuk tayang di halaman media.

“Ada juga yang menulis buku tentang fotografi, yang kemudian menjadi rujukan utama bagi fotografer di dunia,” ungkap Tarmizy.

Baca juga: Elemen Penting dalam Memotret Menurut Ahli

Menurut Tarmizy, menarik tidaknya satu foto sangat tergantung dari cara pandang dan selera masing-masing orang. Karenanya, fotografer harus menempatkan diri sebagai orang lain dengan melihat dari berbagai perspektif yang ada.

“Istilahnya, kita sebenarnya dalam memotret meminjam cara pandang orang lain, bukan semata-mata apa yang kita lihat,” jelasnya.

Lebih lanjut mantan fotografer reuters ini memaparkan, meski dalam satu frame foto terdapat banyak objek, namun fotografer harus menentukan satu titik pandang yang jelas.

“Usahakan semaksimal mungkin titik pandang dalam foto tidak terganggu dengan unsur yang lain,” tekannya.

Untuk itu, pemenang worldpress photo tahun 2004 ini menyarankan, ketika memotret satu objek, sebaiknya fotografer membaginya dalam tiga bagian, yaitu pembuka, titik pandang dan latar.

“Pembuka bisa dilakukan dengan cara nge-blur, cropping dan lainnya. Sedangkan latar, merupakan unsur pendukung untuk memperkuat titik pandang dalam foto,” paparnya.

Selain itu, Tarmizy menyampaikan, dalam memotret apapun untuk membiasakan mengambil gambar dalam tiga frame. Long shot (nampak keseluharan objek), medium (sebagian) dan close up (detail).

Baginya, memotret bukannya hanya sekedar memadukan objek-objek yang ada dalam satu gambar. Seorang fotografer harus mampu menentukan point of view (titik pandang) dengan jelas.

“Sehingga pesan yang ada dalam foto, tersampaikan dengan baik ke orang lain,” ujar.

Sementara itu, Kepala Sekolah Basajan Creative School (BCS), Junaidi Mulieng mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari pembukaan kelas perdana BCS angkatan II tahun 2018. “Sekaligus memperkenalkan dunia literasi media kreatif kepada anak muda di Aceh Barat,” ujarnya.

Baca juga: Profil Basajan Creative School

Junaidi menjelaskan, selain diskusi, peserta juga diarahkan untuk praktek langsung ke lapangan. Hasil foto tiap peserta kemudian dibedah pada sesi coaching clinic bersama pemateri dan pendamping yaitu Anharullah wartawan TVOne sekaligus koordinator Sedekah Profesi Aceh dan Murthada, pegiat foto di Aceh.

BCS merupakan lembaga literasi media kreatif yang diperuntukkan bagi kalangan muda di Barat Selatan Aceh. Di era digital, dengan revolusi Internet dan media sosial, kemampuan berpikir dan menghasilkan karya kreatif semakin dibutuhkan. Baik dari segi penulisan, foto, desain maupun video, yang dapat dimanfaatkan sebagai media komunikasi kepada masyarakat luas.

“Kehadiran BCS diharapkan mampu menjadi “mesin” untuk melahirkan generasi-generasi muda berbakat dalam bidang literasi media kreatif,” ungkap Junaidi.[]

 

Editor: Junaidi Mulieng

Tags: , , , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan