Inovasi Teknologi Pertanian Harus Perhatikan Kearifan Lokal

Inovasi Teknologi Pertanian Harus Perhatikan Kearifan Lokal

BASAJAN.Net, Banda Aceh- Kearifan lokal yang tumbuh dan berkembang di berbagai wilayah di Indonesia menjadi warisan budaya, sosial dan adat istiadat yang dapat diarahkan untuk memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan ketahanan pangan.

Demikian disampaikan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Samadi, pada seminar dan lokakarya Nasional Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI), Selasa 2 Oktober 2018, di Hotel Hermes Palace Banda Aceh.

Menurutnya, upaya yang harus dilakukan adalah menggali dan melestarikan dengan melakukan adaptasi-adaptasi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi.

“Sehingga manyarakat dapat berperan aktif dalam upaya perwujudan ketahanan pangan, dengan memanfaatkan semaksimal mungkin sumberdaya lokal yang beranekaragam tersebut,” ujar Samadi.

Ia mengatakan, dalam konteks ke-Aceh-an, dikenal sebagai penghasil kopi terbaik, nilam, kakao, pala dan juga cengkeh, serta sapi Aceh yang memiliki karateristik lokal yang unik. Berbagai sumber daya lokal ini, harus dikelola secara baik dan berkelanjutan.

“Dalam pertanian ada istilah keununong yang merupakan suatu contoh kearifan lokal yang hampir saja hilang. Padahal ada metode-metode penentuan kondisi yang dipengaruhi oleh hidrologis wilayah dalam keununong itu yang justru akan meningkatkan produktifitas pertanian,” jelasnya.

Samadi menjelaskan, seminar dan lokakarya nasional tersebut akan menggali dan mensinergikan sumber daya dan kearifan lokal dengan perkembangan inovasi dan teknologi. Menurutnya, kampus memiliki posisi strategis untuk menghimpun hal tersebut dengan fungsinya yang komplit dalam tri darma perguruan tinggi, berupa pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Seminar yang berlangsung hingga Rabu, 3 Oktober 2018 tersebut mengusung tema Penguatan Peran Perguruan Tinggi Pertanian dalam Akselerasi Inovasi dan Teknologi untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan Berbasis Sumberdaya dan Kearifan Lokal. Diikuti 401 peserta dari 53 perguruan tinggi di Indonesia, unsur pemerintahan, perusahaan, masyarakat pegiat pertanian dan mahasiswa.

Rektor Universitas Syiah Kuala Samsul Rizal dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, FKPTPI merupakan saluran yang sangat strategis dan efisien bagi pertukaran dan penguatan kerjasama antar lembaga dalam mewujudkan cita-cita pembangunan pertanian Indonesia.

Karenanya, melalui Semilokanas FKPTPI ini, diharapkan para pimpinan perguruan tinggi pertanian dapat saling memperkuat kerjasama dan kemitraan antar berbagai lembaga dalam rangka akselerasi inovasi dan teknologi pembangunan pertanian berbasis sumberdaya dan kearifan lokal.[]

 

Editor: Junaidi Mulieng

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan