Dosen Unsyiah Perkenalkan Teknologi Pengering Ikan di Patek

Dosen Unsyiah Perkenalkan Teknologi Pengering Ikan di Patek
Diswandi Nurba, anggota tim pengabdian PKM Teknik Pertanian Unsyiah memberikan arahan kepada anggota kelompok usaha ikan asin di Patek, Kabupaten Aceh Jaya, tentang proses kerja mesin pengering ikan yang diciptakan pihaknya, Selasa 11 September 2018. (Basajan.net/Istimewa)

BASAJAN.net, Calang- Dosen dan Mahasiswa Teknik Pertanian Unsyiah, melaksanakan Pengabdian Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di Gampong Patek, Kecamatan Darul Hikmah, Kabupaten Aceh Jaya. Pengabdian yang berlangsung Selasa, 11 September 2018 tersebut, merupakan program tahunan yang dilakukan di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsyiah.

Ketua Tim Pengabdian Mustaqimah mengatakan, pengabdian ini menyasar kelompok usaha pengolahan ikan masyarakat, yang sering melakukan pengolahan ikan asin, ikan peda dan juga keumamah. Selama ini masyarakat melakukan pengolahan dan pengeringan ikan dengan metode sederhana yaitu pengeringan di bawah paparan matahari langsung.

Menurutnya, cara ini memiliki kelemahan, antara lain sangat tergantung cuaca dan juga rentan terkontaminasi debu, lalat dan juga gangguan hewan lainnya. Selain itu, usaha masyarakat juga belum memiliki kemasan yang baik untuk produk hasil olahan.

“Kami melatih mareka untuk menggunakan alat pengering dan juga mengemas dengan baik menggunakan kemasan yang menarik, higenis dan juga meningkatkan nilai jual,” ujar Mustaqimah.

Anggota Tim Diswandi Nurba menambahkan, setiap tahun pihaknya terus berusaha menyempurnakan dan mengembangkan alat pengering surya sederhana. Tahun ini telah disempurnakan desain dengan perbaikan exhaust fan di outlet udara.

Diswandi menjelaskan, prinsip kerja alat ini sangat sederhana dan tepat guna. Dinding alat yang terbuat dari acrilic mampu memerangkap panas dan meningkatkan suhu udara di dalam alat, sehingga dapat melakukan pengeringan dengan baik. Uap air akan tersedot oleh exhaust fan yang bergerak secara alami dengan hembusan udara lingkungan di outlet, sehingga tidak terjadi kondensasi uap air di dalam alat.

“Kita berharap masyarakat pengguna dapat memberikan masukan-masukan untuk pengembangan lebih lanjut,” ujarnya.

Pengabdian PKM tersebut diikuti tiga dosen, dua mahasiswa, dua kelompok masyarakat pengolahan ikan. Ikut ditinjau dua guru besar dari Malaysia, Prof Dr Rizalman Mamat, Dean of Faculty of Mechanical Engineering dan Assoc. Prof Dr Mohd. Shahrir Mohd. Sani Deputy Directur of Automotive Engineering Centre, Universiti Malaysia Pahang, bersama Direktur Poltas Dr Muhammad Yasar.

Dalam kesempatan tersebut, Rizalman memberikan tanggapan terkait TTG yang diterapkan. Menurutnya, sistem natural convection pada inlet udara sudah efektif untuk membantu proses pengeringan ikan. Sistem ini tidak membutuhkan input energi yang lain, berwawasan lingkungan dan juga penerapan yang baik di bidang energi terbarukan.

Sementara itu, Mukhtar, perwakilan kelompok usaha pengolahan ikan masyarakat mengatakan, pihaknya sangat senang dengan kegiatan yang dilakukan Teknik Pertanian Unsyiah. Ia bersama masyarakat yang lain, akan terus mengamati kinerja alat.

“Namun yang pasti aspek higenisnya sudah sangat bagus. Terimakasih kepada Unsyiah dan kami berharap kegiatan ini dapat dilakukan kembali ditahun depan,” ungkapnya.[]

 

Editor: Junaidi Mulieng

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan