Alumni UIN Ar-Raniry Harus Mampu Bersaing di Industri 4.0

Alumni UIN Ar-Raniry Harus Mampu Bersaing di Industri 4.0

BASAJAN.net, Banda Aceh- Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Warul Walidin Ak, mengharapkan alumni Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Ar-Raniry harus mampu bersaing dan memiliki keterampilan dalam pengembangan pendidikan di era Revolusi Industri 4.0.

Selain itu, lulusan UIN Ar-Raniry harus memiliki strong leadership, kemampuan komunikasi yang baik, terutama bahasa Arab dan Inggris, juga bahasa lain seperti Mandarin, Jepang, Korea dan bahasa Jerman sebagai tambahan.

“Hal tersebut kita kembangkan agar para alumni dapat masuk ke pasar kerja, mereka harus memiliki kapasitas bukan hanya dari sudut keilmuan dan juga kemampuan bahasa serta keterampilan lainnya,” ujar Warul Walidin, saat membuka Studium General Pengembangan Profesi Guru Prajabatan dan Dalam Jabatan,yang diselenggarakan FTK UIN Ar Raniry, Senin 17 September 2018, di Aula FTK, Darussalam Banda Aceh.

Ia mengatakan bahwa pendidikan itu spektrumnya luas dan dimensinya banyak. Studium general ini salah satu yang dilakukan dalam rangka mendukung bagaimana pengembangan dosen, mahasiswa (calon guru) dan peserta didik, karena guru merupakan ujung tombak dari sebuah pendidikan itu sendiri.

Menurutnya, ada beberapa hal yang menjadikan pendidikan itu penting bagi generasi bangsa, pertama pendidikan itu menantang, karena menyangkut dengan masa depan generasi dan masa depan bangsa.

Selain menantang, pendidikan juga unik dan luas. Semakin banyak kita membaca semakin sadar akan keterbatasan kita, semakin tinggi kita belajar juga semakin banyak ilmu pengetahuan yang dapat dikembangkan, dan seterusnya.

Selanjutnya kata Rektor, bahwa pendidikan itu mulia, artinya pendidikan merupakan inti dari sebuah peradaban.

Warul memaparkan, saat ini kiita berada pada jantung hati peradaban, jika pendidikan itu baik maka hal lain juga akan baik, dan pendidikan harus jadi lokomotif dalam rangka menggerakkan gerbong-gerbong kehidupan di sektor lain, seperti ekonomi, politik, sosial dan kebudayaan.

“Ini lah langkah yang dilakukan oleh UIN Ar-Raniry dalam rangka internasionalisasi universitas ini dan juga kepada alumni, selanjutnya kepada dosen diharapkan agar lebih kreatif dalam mengembangkan motedelogi pembelajaran yang lebih muthakir yang dikembangakan,” terangnya.

Tim PPG Guru Daerah Khusus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Anas M. Adam dalam materinya mengharapkan kepada dosen, khususnya di Tarbiyah dan Keguruan agar dalam  proses pembelajaran dapat memperhatikan metode pembelajaran yang baik, lulusan FTK adalah calon guru dan guru adalah contoh teladan bagi murid.

“Tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik, namun yang dilakukan oleh kebanyakan guru saat ini adalah mengajar dan menilai, sedangkan tugas lainnya jarang dilakukan, ini sangat disayangkan karena efeknya sangat berbahaya,” kata Anas Adam.

Stadium general tersebut diikuti oleh para dosen, mahasiswa dan sejumlah siswa berlangsung di aula FTK UIN Ar-Raniry, turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan.[]

 

Editor: Mellyan

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan