Jurusan Syariah STAIN Meulaboh Siapkan RPS Zaman Now

Jurusan Syariah STAIN Meulaboh Siapkan RPS Zaman Now
Workshop penyusunan silabus dan satuan acara pembelajaran (SAP) Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam, di Aula Kemenag Aceh Barat, Kamis, 3 Mei 2018.

BASAJAN.net, MEULABOH- Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam menjadi jurusan favorit di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh saat ini. Hal tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tantangan. Karenanya, Rencana Pembelajaran Semester (RPS) pun betul-betul dirancang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kelembagaan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, M. Arif Idris, saat membuka workshop penyusunan silabus dan satuan acara pembelajaran (SAP) Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam, di Aula Kemenag Aceh Barat, Kamis, 3 Mei 2018.

“Disatu sisi kita bangga jurusan ini menjadi favorit. Namun di sisi lain, menjadi tantangan. Bagaimana jurusan favorit ini dapat menghasilkan lulusan yang dapat diterima dunia kerja,” ujar Arif.

Untuk itu, lanjut Arif, diperlukan masukan dan saran dari para pihak agar RPS yang dirancang sesuai kebutuhan stakeholder, sehingga alumni Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam STAIN Teungku Dirundeng semakin baik dan mampu bersaing.

Ketua Penjamin Mutu Magister Ilmu Hukum Universitas Malikussaleh, Yusrizal menyampaikan, perbedaan metode pembelajaran zaman now dan zaman old, dimana mahasiswa dapat belajar dengan cara brainstorming, serta Student Center Learning (SCL). Dosen hanya bertindak sebagai fasilitator, bukan pemateri.

“Jika dulu pembelajaran berpusat pada dosen, sekarang pembelajaran berpusat pada mahasiswa,” terangnya.

Perubahan pandangan tersebut sesuai dengan peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan No. 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Selain itu, Yusrizal yang sudah mengabdi di Malikussaleh sejak 2003 tersebut, juga menyampaikan agar mahasiswa belajar secara aktif, perguruan tinggi dapat menerapkan tiga metode, yaitu memfasilitasi (facilitating), memberdayakan (empowering) dan memungkinkan (enabling).

“Selain itu keterlibatan stakeholder sangat penting, karena dari mereka kita tahu apa yang dibutuhkan, Hal itu dapat diadopsi ke dalam silabus,” ujar Yusrizal.

Hal senada juga diungkapkan Zaki Fuad Chalil, dosen Universitas Islam Negeri (UIN) AR-Raniry Banda Aceh. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi antara RPS dan kebutuhan dunia kerja. Selain itu, kampus juga harus peka terhadap perkembangan soft skill dan hard skill mahasiswa.

“Agar menghasilkan lulusan yang dapat diterima dengan baik di masyarakat,” tutupnya.

Workshop tersebut selain diikuti dosen Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, juga melibatkan stakeholder seperti pihak perbankan, KUA, dan sebagainya.[]

 

Wartawan: Mellyan

Editor: Junaidi Mulieng

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan