Innalilahi, Pendiri Grup Musik Debu Meninggal Dunia

Innalilahi, Pendiri Grup Musik Debu Meninggal Dunia
Grup Musik Debu/Foto: Instagram

BASAJAN.net, MEULABOH- Syekh Fattaah, pendiri grup musik religi Debu, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu, 26 Mei 2018. Kabar duka tersebut diketahui melalui pesan tertulis yang diterima awak media.

Innalilahi wa innailaihi rajiuun. Telah berpulang ke rahmatullah pendiri grup Debu, guru besar, dan ayah kami Syekh Fattaah tadi sore 10 Ramadhan 1439 H,” bunyi pesan yang tersebar di sejumlah awak media.

Almarhum Syekh Fattaah dimakamkan di daerah Sukajaya, Cigudeg, Kabupaten Bogor. Sebelumnya, jenazah pendiri grup musik Debu ini disemayamkan di rumah duka di wilayah Depok, Jawa Barat.

Sebagaimana diberitakan Republika, Senin 28 Mei 2018, kabar meninggalnya Sang Syekh yang merupakan pendiri Debu sekaligus guru tasawuf seluruh anggota Debu ini, telah dikonfirmasi oleh pihak manajemen.

Kebenaran kabar tersebut juga ikut dipublis oleh seorang personil grup Debu Daood Abdullah. Pemain perkusi kelompok musik Debu ini, menyampaikan penghormatan terakhirnya untuk almarhum Syekh Fattaah.

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiuun. Kau adalah pahlawan di hati kami. Kau selalu mengikuti hatimu. Tak peduli sulitnya di mata orang lain, tapi bagimu itu tidak pernah sulit,” tulis Daood mengenang Syekh Fattah, yang diunggah di media sosial Instagram.

Kalimat tersebut menjadi keterangan pada unggahan foto yang menerbitkan kenangan nostalgia. Pada foto, tampak seorang anak mengenakan gamis dan peci putih dengan penanda nama Daood, sedang duduk di samping pria berjenggot memegang tasbih yang ditandai dengan nama Syekh Fattaah.

Daood juga menuliskan kebaikan lain yang dia kenang dari sosok almarhum. Menurut Daood, Syekh Fattaah tidak pernah sekalipun tampak sedih, khawatir, atau mengeluh karena percaya 100 persen tanpa keraguan bahwa cinta Allah lebih kuat daripada cobaan apapun yang ada dalam hidup.

“Kau adalah ayah terbaik, guru terbaik yang bisa kami miliki, kau akan hidup di setiap hal apapun yang kami lakukan. Ajaranmu akan terus berlanjut membantu orang-orang di seluruh dunia agar mengikuti hati mereka dan cinta Allah. Kau adalah pahlawan di hati kami,” ungkap Daood.

Debu adalah grup musik Muslim Sufi dengan personel yang berasal dari lintas negara, antara lain Amerika Serikat, Swedia, Inggris, dan Indonesia. Sebelum hijrah ke Tanah Air, kelompok musik tersebut dikenal di AS dengan nama Dust on the Road.

Lagu karya Debu kerap memuat lirik yang sufistik, lahir dari kecintaan dan kerinduan pada Allah SWT. Sementara, musiknya digubah dengan instrumen pengiring beragam seperti santur dari Iran, tambura dari Turki, gendok-gendok dari Sulawesi Selatan, juga harpa, biola, bass, dan berbagai jenis perkusi.[]

 

Sumber: Republika

Editor: Junaidi Mulieng

 

Tags: , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan