Penulisan Buku Sejarah UTU Tuai Protes

Penulisan Buku Sejarah UTU Tuai Protes
Papan bunga penolakan FGD penulisan buku sejarah Universitas Teuku Umar. (Basajan.net/Aduwina)

BASAJAN.net, Meulaboh- Penulisan buku sejarah Universitas Teuku Umar atau biasa disingkat UTU, menuai protes dari alumni. Mereka menganggap, tim penulis telah memutar balikkan fakta sejarah berdirinya kampus tersebut.

Aksi penolakan pertama kali ditunjukkan oleh Ketua Alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Deri Darmawan. Ia memasang papan bunga di halaman kampus UTU bertepatan dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) penulisan buku sejarah Universitas Teuku Umar, Selasa 20 Maret 2018, di aula kampus setempat.

“Ketua alumni Fak Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar. Kami menolak FGD penulisan sejarah pendidikan dan penegerian Universitas Teuku Umar yang dipimpin oleh Prof Dr Jasman J Ma’ruf, M.BA karena telah melakukan pembohongan publik dan mencederai perasaan para pendiri Universitas Teuku Umar,” demikian bunyi pesan pada papan bunga tersebut yang pada bagian bawah tertulis nama Deri Darmawan. Keberadaan papan bunga itu sempat mengejutkan warga kampus.

Saat dikonfirmasi wartawan Basajan.net, Selasa 20 Maret 2018, Deri Darmawan mengungkapkan, penolakan yang ia lakukan dikarenakan data-data yang terdapat dalam buku tersebut banyak yang tidak sesuai dengan fakta. Menurutnya, penulisan buku sejarah Universitas Teuku Umar hanya menggunakan data sekunder, bukan primer.

“Data tersebut hanya berdasarkan satu golongan saja, padahal masih banyak generasi yang memimpin dan memikirkan kelahiran UTU,” ujarnya, tanpa menyebutkan bagian mana saja dalam buku tersebut yang tak sesuai dengan fakta.

Ia berharap, buku tersebut dapat mewakili semua pihak yang pernah terlibat dalam pembangunan kampus, sejak didirikan hingga negeri. “Papan bungan itu adalah bentuk kritikan agar FGD dibuat dengan sepenuh hati dan diundang seluruh komponen yang masih hidup,” tegas Deri.

Alumni UTU lainnya, Orian Saputra mengatakan, buku yang sedang ditulis tersebut tidak menceritakan tentang sejarah UTU dengan sebenarnya. Masih banyak kekurangan, baik dari segi sumber, tokoh pendiri dan pelaku sejarah, maupun fase yang diambil masih terlalu singkat.

Menurutnya, rektor harus melibatkan semua pihak baik itu tokoh pendiri, yayasan, tokoh mahasiswa dan LSM yang pada waktu itu sangat berperan terhadap lahirnya UTU, serta tokoh-tokoh pra dan pasca lahirnya utu.

“Buku sejarah UTU harus ditulis dengan benar dan sempurna. Jangan sampai ada pengaburan sejarah, atau ingin menonjol sepihak,” ujar Orian, yang dihubungi Basajan.net melalui facebook messenger.

 

Tim Penulis Akui Kekurangan Data

Ketua Tim Penulisan Buku Sejarah Universitas Teuku Umar, Muzakkir Abdullah mengakui penulisan buku tersebut masih kekurangan data dan belum sesuai dengan fakta yang terjadi.

“Sehingga buku ini belum bisa launching,” ungkap Muzakkir, Rabu 21 Maret 2018.

Muzakkir menjelaskan, FGD yang dilaksanakan pihaknya bertujuan mengkoreksi kesalahan dalam buku tersebut. Jika ada data dan informasi dalam buku tersebut yang belum tepat, maka akan dikirim langsung kepada para pelaku sejarah, agar bisa dikoreksi guna melengkapi data yang belum cukup.

“Setelah buku ini diakui oleh para pelaku sejarah, maka baru dicetak,” jelasnya.

Menurut Muzakkir, FGD sudah berlangsung tiga kali. Sekali diantaranya FGD bersama semi lokal. Dari FGD sebelumnya, masih sebatas menjaring aspirasi terkait hal-hal yang harus termuat dalam buku, belum ada draf.

“Namun pada FGD ketiga yang dilakukan kemarin, sudah memiliki draf. FGD yang dilaksanakan kemarin 68 persen turut hadir para pelaku sejarah,” sebutnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh anggota penulis lainnya, Afrizal. Menurutnya, memang masih ada dokumen dan foto-foto yang belum dimasukkan dalam buku tersebut, dikarenakan tim penulis belum mendapatkan dokumen-dokumen tersebut.

“Dalam FGD, kita telah bersepakat bahawa akan dilakukan penyempurnaan, termasuk menerima masukan dari para pihak luar,” ujar Afrizal.

“Kesepakatannya satu minggu, namun melihat perkembangan, waktu yang diberikan tersebut tidak cukup untuk melengkapi data. Kita akan melakukan kunjungan atau menunggu FGD berikutnya” sambungnya.

 

Rektor: Saya Bukan Penulis Buku

Sementara itu, Rektor Universitas Teuku Umar, Jasman J Ma’ruf membantah dirinya telah melakukan penggelapan data sejarah pendirian Universitas Teuku Umar sebagaimana dituduhkan sebagian pihak. Dirinnya bukanlah penulis buku tersebut.

“Saya bukan penulis buku. Saya minta kepada para penulis untuk menuliskan buku sejarah UTU secara faktual sesuai dengan sejarah,” ungkap Jasman.

Menurut Jasman, sampai saat ini belum ada penetapan dan kepetusan terkait launching buku itu. Ia juga mengakui masih terdapat kekurangan data dan informasi, sehingga penerbitan ditunda hingga semua benar-benar sudah lengkap sesuai keingginan pelaku sejarah.

“Tulislah seindah warna aslinya. Bukan mengejar waktu, namun kesempurnaan,” pesannya. []

 

 

Wartawan: Meria Ulfa

Editor: Junaidi Mulieng

Tags: , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan