PSGA UIN Gelar TOT Perlindungan dan pemenuhan Hak Anak

PSGA UIN Gelar TOT Perlindungan dan pemenuhan Hak Anak

Banda Aceh – Pusat Studi Gender dan Anak Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry menggelar Training of Trainer (TOT) Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak pada 6-7 Februari 2017.

Kegiatan yang diikuti 25 peserta dari kalangan dosen UIN Ar-Raniry tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Muhibbutthabry di Aula gedung Pascasarjana UIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh, Selasa, 6 Februari 2017.

Ketua PSGA, Inayatillah mengatakan, TOT tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang perlindungan dan pemenuhan hak anak kepada dosen di Lingkungan UIN Ar-Raniry.

“Hal ini dapat diteruskan kepada mahasiswa dan masyarakat,” katanya di sela TOT.

Selain itu Inayatillah menjelaskan, TOT tersebut juga bertujuan untuk mengatasi kasus kekerasan terhadap anak yang semakin meningkat dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat terhadap perlindungan dan hak anak.

“Ini juga sebagian dari peran Kampus, seperti UIN Ar-Raniry dalam bidang pengabdiannya,” ujarnya.

Sementara itu, Panitia TOT tersebut menghadirkan beberapa Narasumber, yakni Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat Dr. Susanto, MA, Narasumber dari Jakarta, Hadi Utomo, Dasri Bakri, M.PA, Taufik Riswan, SKM,MPH dan Ayu Ningsih, SH.

Ketua KPAI Pusat Susanto berharap, TOT yang diberikan kepada dosen tersebut dapat menimbulkan efek untuk pengembangan diri dan pengembangan riset, serta memberikan kontribusi pemikiran terhadap perbaikan kebijakan perlindungan anak.

“Semoga tidak hanya terhenti pada jangka pendek, namun akan menjadi dampak jangka panjang,” harapnya.

Susanto menambahkan, TOT tersebut juga diharapkan memiliki dampak positif terhadap pengetahuan mahasiswa. Hal tersebut sangat penting karena mahasiswa membutuhkan asupan-asupan materi baru, termasuk pengetahuan tentang perlindungan anak.

“Saat ini kita dihadapkan dengan perang pornografi, ini merupakan jihad kita bersama, karena pengaruhnya sangat besar,” tegasnya.

Selain itu Susanto mengajak kepada orangtua untuk memastikan pola dalam mengasuh anak yang efektif, antaranya dengan melakukan komunikasi dan mengkondisikan lingkungan yang ramah anak.

“Budaya ramah anak harus ditumbuhkan diberbagai sektor, baik di masjid, sekolah atau tempat umum lainnya,” ungkap Susanto.

Ke depan, dengan kepedulian bersama, maka akan mengurangi kekerasan terhadap anak-anak.

 

Editor : Rahmat Trisnamal

Tags: , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan