Basajan Adakan Pelatihan Jurnalistik

Basajan Adakan Pelatihan Jurnalistik
Basajan.net

Meulaboh- Untuk memberikan pemahaman kepada para calon wartawan muda tentang nilai keberimbangan dalam berita, Basajan.net mengadakan pelatihan jurnalistik bertema “Cover Both Side vs Jurnalisme Omongan,” di Eva Bread Coffee Shop, Senin, 12 Februari 2018.

Kegiatan yang berlangsung setengah hari tersebut diikuti 25 peserta dari unsur mentor dan siswa Basajan Creative School (BCS), dengan menghadirkan pemateri wartawan senior Aceh Barat Anwar Yunus.

Ketua panita, Nurkhalis mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari aktivitas kelas Basajan Creative School (BCS) yang telah diagendakan jauh hari.

“Di kelas BCS, kami menerapkan sistem mentoring dalam mentraining para siswa dan pada waktu tertentu kami mengundang mentor tamu, seperti hari ini,” paparnya.

Nurkhalis menjelaskan, saat ini BCS memiliki lima kelas kreatif, yaitu desain grafis, fotografi, videografi, penulisan sastra dan jurnalistik. Masing-masing kelas, siswa dibimbing langsung oleh dua mentor.

“Ke depan, kita telah mengagendakan mentor tamu untuk kelas yang lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, terselenggaranya kegiatan tersebut atas kerjasama Basajan.net dengan PT. Mifa Bersaudara, perusahaan batu bara di Aceh Barat.

Sementara itu, perwakilan PT. Mifa Bersaudara, Nazaruddin dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan dukungan atas apa yang telah digagas Basajan.net dalam pengembangan kreatifitas anak muda di Aceh Barat.

“Kami senantiasa terbuka dan siap membantu untuk kegiatan-kegiatan semacam ini,” ujarnya.

Terkait dengan tema pelatihan yang diangkat, Nazar berpandangan, hal tersebut sangat layak untuk didiskusikan secara bersama-sama agar ke depan calon-calon jurnalis yang sedang dibina oleh Basajan bisa menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalitas.

“Jurnalis sekarang sudah jauh dari nilai-nilai netralitas dan kode etik jurnalistik, ini bisa kita baca dari berita media online dan media cetak,” ungkap Nazar,

Menurutnya, tantangan wartawan dan media hari ini adalah harus mampu menyeimbangkan antara kecepatan dan ketepatan dalam pemberitaan. “Cepat, tapi tidak akurat untuk apa. Keberimbangan dalam berita penting,” tegasnya.

Jumonalisa, peserta pelatihan jurnalistik menyatakan, kegiatan tersebut unik, banyak mendapatkan motivasi dari pengalaman pemateri dan sangat membantu bagi calon jurnalis seperti dirinya.

“Semoga ke depan kita bisa menjadi jurnalis yang menyampaikan berita yang mengandung nilai kebenaran bukan hanya omongan,” harapnya.[]

 

Reporter: Nilawati (Siswa Basajan Creative School kelas Jurnalistik)

Editor: Junaidi Mulieng

Tags: , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan