Profil Basajan Creative School

Profil Basajan Creative School

Gambaran Umum

Basajan Creative School disingkat BCS, didirikan sebagai wadah kreatif bagi anak muda Aceh, khususnya di kawasan Barat Selatan. BCS merupakan lembaga pendidikan non-formal yang memadukan antara literasi (membaca dan menulis) dengan media kreatif. Keinginan ini didasari pada kenyataan, bahwa tingkat kemauan dan kepahaman kaum muda di kawasan Barat Selatan Aceh terhadap dunia literasi sebagai sarana berkreatifitas masih sangat rendah. Serta belum ada Lembaga yang secara khusus bergerak di bidang literasi dan media kreatif.

BCS didirikan sekelompok anak muda Aceh Barat yang selama ini aktif dalam kegiatan literasi media kreatif. Lembaga ini dimotori oleh Junaidi Mulieng dan Mellyan Cutkeumala Nyakman. Pada Jumat, 14 April 2017, keduanya membuka dua kelas penulisan kreatif; Jurnalistik dan Sastra. Sekaligus ditandai sebagai terbentuknya lembaga literasi dan media kreatif pertama di Barat Selatan Aceh.

Keberhasilan dua kelas “percobaan” tersebut, yang awalnya bertujuan untuk menunjang aktivitas Basajan,net, media online yang lahir dua bulan sebelumnya, melahirkan keinginan untuk mengembangkan BCS ke arah yang lebih serius. Pada tahap selanjutnya, nama-nama yang sebelumnya telah terlibat penuh dalam pengembangan Basajan.net, menjadi penggerak Lembaga edukasi ini.

Mereka adalah Nurkhalis M. Kasim, Ariski Septian, Nurul Fahmi, Rindi Purnama Putra, Ismail Arafah, Muliadi dan Rahmat Trisnamal. Mereka merupakan anak muda kreatif Aceh Barat, yang mementori masing-masing kelas di BCS. Selain tujuh pemuda hebat tersebut, BCS juga didukung oleh jiwa-jiwa segar yang sebelumnya telah mendapat pembinaan, yaitu Desi Melati (media sosial kreatif), Meria Ulfa dan Muhammad Noza (video kreatif).

Saat ini, BCS memiliki lima kelas, yaitu Penulisan Kreatif; Jurnalistik dan Sastra, Fotografi, Videografi dan Desain Media Kreatif. Selain kelas kreatif, BCS juga aktif mengadakan diskusi seputar literasi media dan kajian keagamaan. Hal ini dimaksudkan, selain ter-upgrade secara pengetahuan tentang isu-isu terkini yang akan membantu pengembangan kelas, pengurus BCS juga memiliki landasan keagamaan yang kuat. Di samping itu, juga aktif memberikan layanan tutoring Public Speaking kepada sejumlah anak muda di Aceh Barat.

Kehadiran BCS diharapkan mampu menjadi “mesin” untuk melahirkan generasi-generasi muda berbakat dalam bidang literasi dan media kreatif.

 Visi BCS:

“Excellent with Creativity”

 Misi BCS:

Menjadi wadah bagi generasi muda Aceh di kawasan Barat Selatan dalam pengembangan dunia literasi dan media kreatif.

Tujuan

Membentuk pribadi generasi muda yang kuat dan mandiri dengan jiwa entrepreneur tinggi.

Sasaran

Adapun yang menjadi sasaran dari BCS adalah generasi muda Aceh di kawasan Barat Selatan, yang selama ini masih minim mendapatkan kesempatan untuk menggali, menemukan dan mengembangkan potensi yang mereka miliki, khususnya di bidang literasi dan media kreatif.

Karya dan Prestasi

Meski secara resmi baru terbentuk, namun BCS telah menghasilkan berbagai karya, dari hasil kerja tim. Seperti Buletin Jeungki dan website Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat, Tabloid Cakrawala dan website Majelis Pendidikan Daerah Aceh Barat, Buletin Lentera dan Al-Maslahah STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, serta Buletin TIMANG mahasiswa Universitas Teuku Umar Meulaboh.

Dari segi prestasi, anggota BCS juga telah memenangkan beberapa penghargaan dalam berbagai bidang. Di antaranya, Juara I Desain Toko Online tingkat nasional UTU Awards 2016. Juara II Penulisan Artikel Tingkat Mahasiswa se-Aceh Barat yang dilaksanakan STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh tahun 2016. Juara III dan Harapan I Desain Toko Online Tingkat Nasional pada UTU Awards 2017. Nominator Lima Film Dokumenter Terbaik AFF 2017.

Bentuk Pengembangan

BCS akan dikembangkan dengan menerapkan pola pembinaan dan pelatihan. Generasi muda yang menjadi peserta BCS nantinya akan direkrut dengan sistem seleksi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Tiap peserta BCS akan dibina selama tiga bulan, dalam bentuk kelas (ruangan dan luar ruangan), dengan pola pembejaran santai dan menyenangkan. Materi diberikan oleh mentor-mentor berpengalaman di bidangnya. Dari tiap kelas, masing-masing peserta diarahkan untuk melahirkan satu karya di akhir pembinaan. Karya-karya tersebut nantinya akan dicetak sebagai bahan publikasi kepada masyarakat luas.

Alamat

Basajan Creative School merupakan lembaga pendidikan non-formal yang dikelola dengan semangat kebersamaan. Secara struktural, BCS merupakan unit usaha dari Basajan Group yang bergerak di bidang edukasi media kreatif. BCS berkedudukan di Jalan Singgah Mata II, Simpang Bungong Jaroe, Seuneubok Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh Kabupaten Aceh Barat. Kami dapat dihubungi melalui surat elektronik (e-mail); basajancreativeschool@gmail.com dan portal resmi www.basajan.net.

Siapa Trainer BCS?

Trainer BCS adalah tim pengembang Basajan.net yang memiliki keahlian di bidang penulisan kreatif jurnalistik dan sastra, desain kreatif, fotografi dan videografi. Keseluruhan trainer telah mendapatkan pelatihan khusus tentang manajemen training. Selain itu, juga diperkuat oleh tutor tamu dari kalangan praktisi sesuai dengan kebutuhan kelas BCS.

Tiap trainer BCS telah mendapatkan pelatihan khusus tentang manajemen training. Dari segi manajemen, untuk peningkatan mutu dan capaian lembaga, BCS juga menggunakan jasa konsultan Feridiansyah.

Format Kelas

BCS menerapkan format kelas ruangan dan luar ruangan. Hal ini untuk menghindari kejenuhan peserta. Format kelas dirancang interaktif, kaya praktek, dengan sistem mentoring yang intensif. Suasana kelas akan belangsung santai dan serius, dengan perpaduan teori dan praktek.

Jenis Kelas

  1. Penulisan Kreatif;

    A. Jurnalistik

Peserta kelas jurnalistik diarahkan pembinaannya agar mampu menguasai skill di bidang penulisan berita. Mulai dari karya jurnalistik dasar, hingga penulisan kreatif feature. Adapun materi yang diajarkan meliputi teknik dasar penulisan berita, mengenal unsur-unsur dalam penulisan, nilai berita, mapping, teknik reportase, etika kewartawanan dan membangun deskripsi dalam tulisan. Peserta yang mengikuti kelas ini wajib menyertakan contoh berita karya sendiri pada saat pendaftaran.

    B.  Sastra

Kelas ini bertujuan untuk mengasah daya imajinasi peserta lewat penulisan kreatif fiksi. Mereka akan diperkenalkan dengan sikap kreatif, terutama di dunia tulis-menulis. Tentang bagaimana mempertajam ide, membangun struktur tulisan, hingga membuat cerita pendek yang menarik. Di akhir kelas, peserta diminta menyelesaikan satu cerpen. Cerpen yang layak akan dikirim ke berbagai media dan perlombaan.

Peserta yang mengikuti kelas ini wajib menyertakan contoh karya sastra (original/bukan hasil plagiat) pada saat pendaftaran.

 

  1. Desain Media Kreatif

Kelas desain grafis ditujukan untuk peserta yang ingin mempelajari desain grafis dengan mudah dan cepat dengan cara praktek. Peserta akan dibimbing sesuai dengan ide dan gagasan yang diinginkan.

Materi yang diajarkan meliputi: Logo, Illustrator/vector, corporate identity system, layouting, brosure, flyer, digital imaging, dan lain-lain. Dalam kelas ini peserta dapat mengajukan materi custom sesuai dengan yang diinginkan (menyesuaikan dengan kebutuhan peserta). Peserta kelas desain diwajibkan memiliki perangkat komputer/laptop.

Adapun manfaat dari kelas ini adalah peserta akan mendapatkan ilmu menggunakan software Adobe Photoshop, Corel Draw, Adobe Illustrator, Adobe Indesign yang dapat dipraktekkan secara langsung untuk membuat desain secara profesional dan bernilai jual tinggi.

 

  1. Fotografi

Kelas fotografi ditujukan untuk peserta yang ingin mempelajari dasar-dasar fotografi, baik secara teoritis maupun praktis. Kelas ini diarahkan pada pengenalan dasar fotografi, dengan cakupan materi meliputi, pengenalan dasar fotografi, teknik pencahayaan, raktek (available light), dasar-dasar komposisi, praktek komposisi, praktek (moving object), pemotretan close-up (outdoor), hunting foto human interest dan aktifitas sosial masyarakat, quality of light dan penggunaan flash.

Usai mengikuti kelas ini, peserta diharapkan dapat menguasai fitur-fitur kamera dengan baik, cara menggunakan mode dan aturannya secara efektif. Menguasai komposisi foto sehingga dapat mengambil gambar yang baik. Melihat dunia secara berbeda melalui pencahayaan dan bayangan. Menggali hasil foto dengan percaya diri. Menambah keterampilan serta meningkatkan daya kreativitas diri.

Untuk mengikuti kelas fotografi, tiap peserta harus memiliki kamera DSLR/SLR analog/digital (dianjurkan digital) atau Kamera Pocket Digital yang dapat diatur ISO, kecepatan & diafragma (bisa di set manual). Lensa dan Tripod.

 

  1. Videografi

Dengan mengikuti kelas ini, peserta akan menerima pelatihan dasar dalam pembuatan film. Menulis skenario sendiri, mempelajari dan mengetahui tentang penggunaan dasar kamera dan lensa. Teori dasar pengeditan. Kelas ini ditujukan untuk peserta yang ingin mendapatkan keterampilan dasar dalam pembuatan film dokumenter, seperti dasar penanganan kamera dan pencahayaan. Usai mengikuti kelas ini, peserta mampu membuat naskah, mensutradarai mengambil gambar dan memproduksi film dokumenter.

Untuk mengikuti kelas ini, peserta wajib memiliki perangkat perekam video (handycam, SLR digital atau Kamera Pocket Digital yang dapat diatur ISO, kecepatan & diafragma (bisa di set manual). Lensa dan Tripod.

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

One Response

  1. Bukan Kupu-kupu | Basajan News15 Mei 2018 at 9:40 pmReply

    […] Siswa Basajan Creative School (BCS) kelas […]

Tinggalkan Balasan